Pemasangan Portal Simpang Martubung Ricuh, Supir Truk Terluka Terkenah Lemparan Batu

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Pasca pemasangan Portal di Simpang Martubung oleh warga, membuat pluhan truk trailer dan truk kontainer terpaksa berhenti di Jalan KL Yos Sudarso Simpang Martubung, Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (10/9) sekira pukul 10:00 wib.

Akibatnya, sejak pk 17:00 hingga pukul 19:30 ratusan kendaraan bermotor roda empat, truk kontainer dan truk trailer terjebak dalam kemacatan.

Di tengah kemacatan sempat terjadinya kericuhan, akibatnya seorang supir truk BK 9417 CC bernama Rudi (40) warga Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan terkena lemparan batu sehingga dagu kanannya robek. Selanjutnya supir truk tersebut dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Pantauan wartawan, sekira pukul 18:00 sejumlah truk berusaha untuk memasuki Jalan Pancing 1 namun tak bisa karena diblokir oleh massa warga. Karena tak bisa masuk, puluhan supir terpaksa berhenti di kiri-kanan jalan persis di Simpang tiga Martubung sehingga menimbulkan kemacatan arus dari arah Medan menuju Belawan dan sebaliknya.

Supir truk bernama Rudi turun dari truk untuk menemui massa warga, namun gagal karena dirinya malah terkena lemparan batu hingga mengenai dagu kanannya dan robek.

Suasana pun sempat ricuh. Kemacatan semakin parah karena arus lalulintas dari dua arah berlawanan tak bisa teruraikan lagi.

Setelah Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari turun ke lokasi, barulah truk-truk bertonase tinggi itu bisa melintasi Jalan Pancing 1 menuju depo atau gudang masing-masing.

Pemasangan portal permanen yang dilakukan sejak pagi hari itu, disebabkan kerusakan badan jalan yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemko Medan.

Kerusakan ruas Jalan Pancing 1 disebabkan bebasnya truk-truk kontainer dan truk trailer berseliweran setiap hari, sementara kondisi jalan berstatus jalan kelas III A yang hanya bisa dilalui truk bermuatan maksimal 8 ton. Kenyataannya, truk-truk bertonase tinggi di atas 8 ton setiap harinya melintasi jalan tersebut.

Sementara itu, pihak pengelola depo dan gudang pengangkutan menyesali terjadinya pemasangan portal tersebut karena berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian.

"Masalah kerusakan jalan atau pemasangan portal bisa diselesaikan secara musyawarah. Selain itu, bila truk tidak beroperasi maka ratusan supir truk kehilangan mata pencahariannya," keluh Agus (50) humas salah satu perusahaan pengangkutan yang gudangnya berada di Jl. Pancing 1.(HR)
Share:
Komentar

Berita Terkini