Pandemi Covid Belum Selesai, Ajie Karim Usulkan Pilkada Binjai Ditunda

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


DailySatu.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) H Ajie Karim mengusulkan kepada Gubenur Sumut Edy Rahmayadi untuk menunda pelaksanan pemilihan kepala daerah (Pikada) tahun 2020 khususnya di Kota Binjai, karena situasi Pandemi Corona Virus Diaseas 2019 (Covid 19) yang belum aman bahkan cenderung semakin 'mengganas'.


"Situasi Covid-19 ini tidak bisa dipastikan kapan akan selesai. Karena itu, sebaiknya Pilkada Kota Binjai 2020 ditunda saja sampai situasi benar-benar aman," ujar Ajie Karim kepada wartawan disela-sela rapat kerja dewan di Labersa Hotel, Balige, Kabupaten Toba, Kamis (17/9/2020).


Ajie yang juga Ketua Komisi C DPRD Sumut ini menjelaskan bahwa Provinsi Sumatera Utara akan menyelenggarakan Pilkada 2020 di 23 kabupaten/kota di antaranya Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Pematang Siantar, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Asahan, Kota Tanjung Balai, Kabupaten Karo, Kabupaten Pakpak Bharat, Kab. Labuhanbatu Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Kab. Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Samosir, Kab. Humbang Hasundutan, Kota Sibolga, Kabupaten Mandailing Natal, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias Barat, Kabupaten Nias Selatan.


Dari beberapa kabupaten/kota yang menyelenggarakan pilkada 2020, lanjut Ajie, masih terdapat daerah yang masuk kategori zona merah, termasuk Kota Binjai. Bahkan salah satu bacalon terkonfirmasi positif Covid-19. Itu membuktikan, Kota Binjai belum bisa menjamin tidak akan terjadi penyebaran Covid lebih luas.


Karena itu, kata anggota dewan dari dapil Kota Binjai dan Langkat ini, pada saat pemungutan suara di Pilkada nanti, tentunya akan terjadi penumpukan massa, sehingga rentan terjadi penularan dan penyebaran wabah Covid dan munculnya cluster baru. Apalagi orang yang terjangkit virus corona itu sekarang ini banyak yang tak bergejala (OTG).


"Selain itu, kita juga tidak bisa menjamin, apakah di antara warga masyarakat tidak terkangkit, meski pemerintah selalu menghimbau warga tetap mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, serta mengurangi berkumpul secara berkerumun. Terbukti jumlah pasien positif corona dan suspect semakin bertambah," pungkasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini