Miris, Wartawan Dilarang Meliput di RSUD Doloksanggul

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Pihak RSUD Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, melarang wartawan meliput berita terkait perkembangan Covid-19, Rabu (9/9/2020).

Insiden pelarangan itu bermula saat salah seorang wartawan media elektronik berniat akan merekam gambar suasana tampak depan dari RS tersebut. Namun tiba-tiba 2 orang satpam yang berjaga di pintu masuk langsung melarang dengan alasan yang kurang jelas.

2 personil penjaga keamanan itu malah menyarankan wartawan mendatangi pos pengaduan. Uniknya lagi, mereka juga tak mengetahui apakah RS tersebut itu memiliki bagian Humas atau tidak.

Sementara itu, Direktur RSUD Doloksanggul Netty Iriani Simanjuntak juga berpandangan yang sama dengan pihak keamanan tersebut. Ia menegaskan tidak memperbolehkan wartawan untuk meliput di RSUD Doloksanggul dengan alasan kenyamanan pasien.

"Kami harus pastikan betul semua pasien dan pengunjung aman," tulis Netty melalui pesan WhatsApp (WA) yang dikirim ke nomor wartawan.

Namun sayangnya, sesuai amatan media, meski Pandemi Covid-19 makin merajalela di kabupaten Humbang Hasundutan yang pasiennya mayoritas tenaga medis RSUD itu, aturan protokol kesehatan tidak diterapkan secara sungguh-sungguh. Setiap orang yang memasuki area RSUD ini tak diperiksa suhu tubuhnya. Orang-orang juga tak diarahkan untuk mencuci tangan. Selain itu, beberapa tim medis juga banyak terlihat tak mengenakan APD lengkap.

"Direktur RSUD Doloksanggul melarang wartawan (meliput) dengan dalih menjamin kesehatan pendatang maupun pasien, padahal aturan protokol kesehatan sendiri tak diterapkan di sini," ungkap Rachmat Tinton, wartawan TVONE.

Menanggapi hal itu, Ketua Persatuan Wartawan Reformasi Indonesia Porman Tobing mengaku sangat menyesalkan insiden pelarangan itu. "Dalam sepekan terakhir sudah ada 2 kali insiden pelarangan wartawan meliput, yakni di KPU dan RSUD. Ini jelas mengkebiri hak-hak kita sebagai jurnalis," kesalnya.

Ia menambahkan, pihak RSUD Doloksanggul juga tak elok menggunakan alasan demi kenyamanan pasien, sebab wartawan yang datang ke sana tugasnya hanya untuk meliput berita untuk dirilis. Ujarnya lagi, wartawan yang  berkunjung ke RSUD Doloksanggul juga taat aturan protokol kesehatan, bukan datang untuk menularkan Covid-19.

"UU Pers Pasal 18 ayat 1 dengan tegas mengatakan akan ada sanksi jika wartawan dilarang meliput tanpa ada alasan jelas, yakni sanksi pidana kurungan 2 tahun penjara atau denda Rp 500 juta," tegasnya lagi.(ds/carlos)
Share:
Komentar

Berita Terkini