Mengerahkan Massa Saat Mendaftar,Cabup-Cawabup Asahan Dipanggil Bawaslu

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Disinyalir mengerahkan massa saat mendaftar di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Asahan, pada Sabtu (5/9) lalu. Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Asahan, Surya-Taufk ZA Siregar diundang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Asahan untuk melakukan klarifikasi,Kamis (17/9) sekira pukul 14:00 WIB.

Kedatangan Paslon Bupati dan wakil  incumbent itu, didampingi sejumlah team sukses dan loyalisnya mengendarai mobil Inova langsung masuk ke kantor Bawaslu Jalan Mahoni Kisaran.

Usai memenuhi panggilan, Paslon tersebut langsung berlalu pergi meninggalkan sejumlah Wartawan yang menunggunya didepan kantor Bawaslu.

"Kalau mau bertanya atas undangan apa kami ke kantor Bawaslu ini. Tanyakan saja langsung sama kuasa hukum kami," ujar H.Surya sembari pergi meninggalkan wartawan.

Sementara,kuasa hukum Cabup dan Cawabup Asahan Surya- Taufik ZA Siregar, Tri Purnomo Widodo SH mengaku kedatangan mereka hanya sebatas memenuhi undangan klarifikasi terkait dugaan mobilisasi dan pengerahan massa ketika mendaftar di kantor KPU Asahan.

"Yah, kedatangan kami ke kantor Bawaslu ini. Hanya sekedar memenuhi undangan untuk melakukan klarifikasi terkait adanya dugaan pengerahan massa yang dilaporkan pada Paslon Bupati dan Wakil Bupati kami," ungkap Tri Purnomo Widodo pada wartawan, Kamis (17/9/2020) didepan kantor Bawaslu.

Sementara, untuk berapa pertanyaan yang dipertanyakan kepada klien kami,kata Tri Purnomo Widodo, ada sebanyak 18 pertanyaan yang dicecar tim pemeriksa Bawaslu pada kliennya.

"Ada 18 pertanyaan yang ditanyakan oleh Bawaslu kepada kami. Namun,apa apa saja yang ditanyakan pada kami,tidak bisa kami katakan," sebut Tri Purnomo Widodo.

Terpisah,Ketua Bawaslu Asahan, Khomaedi Hambaton SH ketika dikonfirmasi wartawan di kantornya, membenarkan adanya memanggil dan mengundang Paslon Bupati dan Wakil Bupati Asahan Surya-Taufik. Dia menyebutkan Paslon itu diundang untuk mengklarifikasi adanya dugaan pelanggaran yang melakukan mobilisasi dan pengerahan massa saat mendaftar di kantor KPU pada Sabtu (5l/9) lalu.

"Paslon Surya -Taufik kami undang untuk melakukan klarifikasi terkait adanya pengerahan massa saat mendaftar di KPU Asahan kemarin. Karena, mereka dinilai sudah melanggar Perbawaslu yang tidak memperbolehkan untuk mengerahkan massa disaat masa pandemi Covid19," kata Khomaedi Hambaton.( Hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini