Melalui Kuasa Hukum Ranto Sibarani SH, Wong Chun Sen Somasi PT Bank Maybank Indonesia

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


dailysatu.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan melalui kuasa hukumnya Ranto Sibarani SH & Rekan mensomasi kepada PT Bank Maybank Indonesia Tbk terkait tagihan kartu kredit dikarenakan tidak merasa melakukan transaksi.


Ranto menjelaskan, pada Kamis (2/4/2020) sekira pukul 18.39 WIB kliennya Wong Chun Sen menerima telepon dari nomor 08170028884 yang mengaku sebagai petugas dari Maybank yang kemudian menyatakan bahwa ada yang menyadap kartu kreditnya dan juga menyatakan bahwa telah terjadi transasi kartu kredit yang mencurigakan. 


Setelah percakapan melalui seluler selesai, lanjut Ranto, berselang 3 menit kemudian Kliennya menerima pesan singkat (SMS) yang menginformasikan bahwa telah terjadi transaksi dengan selisih waktu 1 menit.


“Adapun bentuk transaksinya yakni Rp2.970.000 (151488) traveloka, kemudian Rp9.571.000 (094573) JD Payment, lalu Rp11.700.000 (425702) JD Payment, selanjutnya Rp7.875.000 (065127) JD Payment, kemudian Rp 11.700.000 (332543) JD Payment, selain itu transaksi senilai Rp5.000.000 (380329) JD Payment dan transaksi terahir senilai Rp1.479.000 (422728) Elevania.co.id,” terang Ranto kepada wartawan melalui keterangan tertulisnya yang diterima DailySatu.com di Medan, Selasa (15/9/2020). 


Merasa curiga setelah mendapat SMS konfirmasi tersebut, tambah Ranto, kliennya langsung menghubungi Customer Care Maybank yang kemudian diterima pihak Maybank atasnama Zaki yang kemudian melaporkan bahwa transaksi tidak pernah dilakukan oleh Wong Chun Sen. 


“Zaki yang merupakan Customer Care Maybank menyatakan akan menindaklanjuti dan memproses laporan Kliennya dengan nomor referensi COOBPZZ. Tidak hanya itu, Zaki juga menginformasikan kepada Kliennya bahwa bila ada tagihan atas transaksi tersebut, maka Wong Chun Sen harus membuat surat pernyataan sanggahan agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan oleh Maybank sehingga Kliennya tidak perlu membayar tagihan tersebut,” jelasnya.


Akan tetapi, jelas Ranto Sibarani, Kliennya kemudian mendapat surat tagihan atas transaksi yang tidak pernah dilakukannya. 


“Maka dari itu dengan ini ditegaskan bahwa Klien kami keberatan dan tidak pernah melaukan 3 transaksi sebagaimana isi surat dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk tertanggal 03 Juli 2020 dengan Nomor: S.2020.VII.016/DIR OPS – Customer Care. KK perihal transaksi kartu kredit, bahkan Klien kami telah mengajukan Surat Pernyataan Sanggahan Transaksi tertanggal 29April 2020 ke PT Maybank Indonesia Tbk,” tegas Ranto seraya menyatakan akan melakukan langkah hukum jika Kliennya terus menerus ditagih atas transaksi yang tidak dilakukannya itu. 


Ranto Sibarani juga menegaskan atas tagihan transaksi yang tida dilaukan oleh Kliennya tersebut, pihanya telah mengirimkan somasi kepada PT Bank Maybank Indonesia Tbk di Jakarta dengan tuntutan antara lain agar PT Ban Maybank Indonesia Tbk menghentikan tagihan-tagihan atas transaksi yang tidak dilakukan Kliennya. 


Selain itu, tambah Ranto, PT Ban Maybank Indonesia Tbk melakukan langkah-langkah strategis untuk melindungi transaksi elektronik pada kartu kredit Kliennya tersebut. 


“Kepada pihak Maybank kami minta melaukan isi somasi kami tersebut, karena itu menyengkut jaminan perlindungan nasabah bank dan bukan hanya untuk Klien kami saja melainkan untuk semua nasabah bank harus mendapat jaminan perlindungan dari peretas,” pungkasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini