JMD Asahan Desak Kejari Asahan Usut Kasus Dugaan Korupsi Dana Bansos FORMI

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

 


dailysatu.com-Puluhan massa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Demokrasi (JMD) Kabupaten Asahan, geruduk Kantor Kejaksaan Negeri Kisaran Jalan WR Supratman,Senin (14/9) sekira pukul 09:30 WIB.


Kedatangan mahasiswa ke kantor Adyaksa tersebut, mempertanyakan dan mendesak Kejari Asahan untuk mengusut dugaan kasus korupsi dana bantuan sosial (Bansos) pada Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kabupaten Asahan,senilai Rp.1,5 M.


Dalam orasinya, Ketua JMD Kabupaten Asahan, Ali Ibrahim Manurung meminta dan mendesak agar pihak Kejaksaan segera memproses laporan kasus dugaan korupsi dana hibah FORMI tersebut.


"Kasus dugaan penggelapan dana hibah FORMI itu sudah dilaporkan pada bulan April lalu di Kejaksaan. Namun hingga saat ini, terhitung sudah 6 bulan berlalu, kami belum mengetahui sejauh mana perkembangan kasus tersebut. Dan kami mempunyai data terkait LPJ FORMI yang kami duga didalamnya 70% penggunaannya fiktif," tegasnya.


Selain itu,kata Ali lagi,dalam anggaran Rp.1,5 M itu, diduga anggaran FORMI hanya digunakan sebanyak Rp.400 juta, dan sisa anggaran sebesar Rp.1,1 M tidak jelas kemana peruntukkannya. Bahkan,kami juga mengetahui  bahwa FORMI diduga hanya melaksanakan kegiatan di 7 (tujuh) Kecamatan dari 25 kecamatan se-Kabupaten Asahan. Artinya ada 18 kecamatan yang tidak melaksanakan kegiatan FORMI tersebut.


"Kami minta pihak Kejaksaan untuk segera menetapkan siapa siapa saja tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana FORMI ini. Karena  kami menduga kuat adanya campur tangan oknum anggota DPRD Kabupaten Asahan dalam melakukan penggelapan dana Hibah FORMI tahun 2019 lalu," sebut Ali Ibrahim


Usai melakukan orasinya didepan kantor Kejari,pendemo akhirnya diterima berdialog oleh Kasi Intelijen Kejari Asahan, Zulham Dams, SH. Dalam kata sambutannya, Zulham mengakui bahwa pihaknya sudah menerima laporan kasus dugaan korupsi dana bansos FORMI sebanyak Rp.1,5 M itu. Namun, pihaknya masih menunggu laporan penghitungan kerugian negara yang dilakukan oleh Inspektorat yaitu Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Kabupaten Asahan.


"Memang laporan kasus dugaan korupsi dana Bansos FORMI Asahan,sudah kami terima dan sudah kami proses. Kendalanya, kami dari pihak Kejaksaan masih menunggu laporan dari APIP yang sampai saat ini sedang kami tunggu laporanmya,"  ungkap Zulham.(DS/Hendri)


Share:
Komentar

Berita Terkini