Dua ASN Pasangan Selingkuh Di Vonis 5 & 6 Bulan Kurungan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Zul (37) dan H (36) yang merupakan dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Asahan yang bertugas di Dinas Pendidikan (Disdik) Asahan, menjalani persidangan dengan agenda membacakan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Kisaran, Rabu (23/9/2020) sore.

Sidang yang berlangsung di kantor PN Kisaran itu, berjalan secara terbuka untuk umum. Dalam persidangam itu, terlihat Zul dan H hadir dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Ulina Marbun SH didampingi Miduk Sinaga SH dan Adib SH.

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Ulina Marbun memberikan putusan sebanyak 6 bulan kurungan pada Zul,dan 5 bulan kurungan kepada H. Vonis keduanya lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang sebelumnya menuntut Zul dengan 8 bulan dan 6 bulan kurungan pada H.

"Setelah mendengar dan menimbang, serta memutuskan, Zul diberikan vonis selama 6 bulan kurungan. Sedangkan H  di vonis 5 bulan kurungan penjara. Keduanya di vonis karena melanggar Pasal 284 KUHP tentang Perzinahan. Untuk itu,keduanya harus segera menjalani hukuman," ujar ketua Majelis Hakim, Ulinan Marbun saat membacakan putusannya.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan, Kartika SH pada wartawan, usai sidang mengaku akan segera melakukan eksekusi dengan membawa keduanya ke LP Labuhan Ruku Batubara.

"Karena sudah ada penetapan dari Hakim dengan memutus keduanya bersalah. Dengan itu,kami akan segera mengesekusi keduanya untuk membawa ke LP Labuhan Ruku Batubara,agar keduanya menjalanin hukuman sesuai putusan," ujar Kartika SH.

Kedua ASN yang merupakan pasangan selingkuh yang sempat membuat heboh Kabupaten Asahan. Karena kedua ASN itu ditemukan pingsan di dalam sebuah mobil Kijang Innova warna hitam BK 1746 HC, di kawasan Pabrik Benang, Kisaran pada 4 Juni 2020 lalu.

Terpisah,Istri Zul, AMS ketika ditemui wartawan di PN Kisaran, mengaku kecewa begitu mendengar vonis yang dijatuhkan hakim sebanyak 6 bulan dan 5 bulan kurungan pada keduanya. Dia mengaku putusan hukuman yang diberikan Hakim tersebut tidak sesuai dengan kondisi yang dia dan anaknya rasakan selama ini.

Menurutnya, Zul dan H layak dikenakan pasal berlapis dalam kasus tersebut. Agar kedua terdakwa jera dan tidak mengulangi perbuatan zina yang keduanya lakukan. 

"Kalau bisa pasal berlapis diberikan kepada mereka berdua, ini karena tuntutan ringan. Maka vonis yang diberikan Hakim jadi ringan. Kecewa kali saya melihat hukuman yang diberikan kepada mereka berdua," ungkap stri Zul kepada wartawan.

Sekedar mengingatkan pembaca, kasus yang menjerat Zul dan H sempat menghebohkan Kabupaten Asahan. Sebab, keduanya ditemukan dalam keadaan pingsan di dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan Pabrik Benang Kisaran, Kamis (4/6) sekitar pukul 23.00 WIB, dengan kondisi pakaian tidak lengkap.

Ketika ditemukan, kondisi mesin mobil hidup dan seluruh kacanya tertutup rapat. Tim medis di RSUD HAMS saat itu menyebut keduanya pingsan akibat keracunan gas karbon monoksida.

Zul sebelumnya merupakan pejabat Korwil Dinas Pendidikan Asahan, Kecamatan Rawang Panca Arga dan pasangan selingkuhnya, H menjabat sebagai Bendahara Pembantu Dinas Pendidikan Asahan Kecamatan Meranti. Kini jabatan keduanya telah dicopot.(Hen)

Share:
Komentar

Berita Terkini