Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Bangun Rejo Terancam " Diborgol"

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo


dailysatu.com -
Terkait pemberitaan maupun pengaduan LSM LPPAS - RI Labura ( Lembaga Pemanatau Pembagunan Asset ) dugaan korupsi Dana Desa (DD) anggaran 2019, di Desa Bangun Rejo masih tahap proses oleh pihak Reskrim unit Tipikor Polres Labuhanbaru.

Dugaan korupsi tersebut pada proyek pengerasan jalan sepanjang 1 kilometer di Dusun Aek Sordang, Desa Bangun Rejo, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhan batu Utara (Labura).

Kanit Tipikor Polres Labuhanbatu Ipda Sofyan Tampubolon melalui Bripka Ramadhan Hilal mengakui pengaduan telah mereka terima, namun masih menunggu proses Tenggang Ganti Rugi (TGR) dari  Kepala Desa.

"Dia (Kepala Desa- red) masih diberikan tempo untuk TGR pengembalian selama 60 hari, karena semua itu diatur dalam UU. Namun, setelah yang ditentukan tidak juga dikembalikan akan saya borgol dia",  jelas Bripka Ramadhan Hilal, menjawab wartawan melalui sambungan HP selulernya, Sabtu (19/9/2020).

Menurutnya, sebelum surat pengaduan masuk, pihak Tipikor sudah melakukan pemeriksaan kepada Kepala Desa, semuanya telah diakui.

"Kita memang tidak turun ke lokasi, karena semuanya sudah jelas, sudah diakui Kepala Desa. Proses cek lapangan nantinya akan dilakukan bersamaan dengan pihak BPKP," kata juru periksa (juper ) yang menangani dugaan Korupsi tersebut.

Saat ditanya sudah berapa lama waktu berjalan, Bripka Ramadhan Hilal menjelaskan dari LHP yang telah dimasukkan pihak Inspektorat ke  Desa sudah berjalan kira- kira dua Minggu.

"Masih ada waktunya satu bulan setengah lagi, jadi kita tunggu saja prosesTGR pengembaliannya", sebut Bripka Ramadhan Hilal sembari mengatakan surat laporan dari masyarakat Desa Bangun Rejo juga telah diterimanya.

Seperti diberitakan sebelumnya,  Desa Bangun Rejo telah mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) 2019 senilai Rp143.839.000,-  untuk pengerasan jalan sepanjang 1 Km, di dusun Aek Sordang.

Namun, dari pantauan wartawan dilokasi, pengerasan jalan yang berbatasan dengan persulukan di dusun tersebut tidak terlihat aktifitas pekerjaannya. ( E. Sipahutar )

Share:
Komentar

Berita Terkini