Diduga Aniaya Anak Dibawah Umur, Oknum ASN di Nias Utara Dipolisikan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
Teks foto : Ilustrasi
dailysatu.com - Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA), Hermansyah Telaumbanua meminta Polres Nias (Penyidik) untuk mengusut laporan nomor : STPLP/273/VIII /2020/NS tanggal 18 Agustus 2020, Karena korban MKZ (17) yang masih dibawah umur mengalami trauma.

“Kita sebagai lembaga perlindungan anak sangat mengharapkan penyidik Polres Nias agar segera mengusut tuntas laporan keluarga korban penganiayaan anak yang masih dibawah umur", katanya.

Sejauh ini, lanjut dia, LPA mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan penyidik, salah satunya dengan melakukan olah TKP.

"Kiranya segera ada kepastian hukum, sebab korban mengalami rasa trauma setelah peristiwa itu. Kami berharap, agar hak-hak anak dapat terpulihkan sebagaimana mestinya", ujar Herman kepada wartawan.

Sementara itu, kepada wartawan korban MKZ menceritakan ihwal tindak penganiayaan terhadapnya.

“Kejadiannya bermula saat pelaku MPSH datang dirumah kakak saya pada tanggal 18 Agustus 2020 pagi dengan mengendarai mobil bersama seorang lainnya yang juga perempuan. MPSH mengajak saya dengan baik-baik untuk pergi kerumah mereka di Desa Alooa Kecamatan Sawo, untuk menjenguk mama sepupu MKZ yang sedang sakit, lalu saya menolak untuk kesana, dan beberapa kali saya dibujuk, tetap saya tetap menolak. Karena saya menolak, kemudian MPSH mendekati dan menarik tangan kanan saya, lalu karena saya terus menolak bujukannya, MPSH yang memegang lengan kanan saya dan berupaya menyeret paksa saya membuat lengan kanan saya terluka dan membiru akibat cekikan kuku jari.

Tidak hanya itu, tangan saya juga dipelintir dengan rasa sakit luar biasa, MPSH sambil berkata-kata “melawan kau, melawan kau”. Sehingga waktu itu, kakak saya melerai dan meminta MPSH menghentikan tindakannya, sehingga akhirnya MPSH pergi dengan penuh kesal", ucap korban.

Berdasarkan informasi dikumpulkan dailysatu.com, MPSH merupakan PNS yang bekerja di salah satu Puskesmas di Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi yang diberikan MPSH kepada wartawan terkait dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukannya. (ds/Ris)
Share:
Komentar

Berita Terkini