Desa Berpenghui 549 Jiwa Siap Sebagai Desa Tujuan Wisata Internasional

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo

 


DailySatu.com – Masyarakat Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba sudah sangat siap desanya dijadikan sebagai daerah tujuan wisata (DTW) bertaraf internasional . Kesiapan masyarakat desa ini ‘Gayung Bersambut’ dengan keseriusan Pemerintah Pusat untuk menjadikan kawasan Danau Toba menjadi Monaco of Asia yang akan membanguna sejumlah infrastruktur dan objek wisata pada tahun 2021 mendatang didesa yang berpenghuni 549 jiwa.

“Persiapan menjadikan Desa Sigapiton menjadi DTW bertaraf internasional akan dimulai 2021 mendatang dan akan dibangun restaurant dan 2 dermaga bertaraf internasional,” kata Pengurus Desa Sadar Wisata H. Simare-mare kepada Tim Media yang ikut rombongan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam program Mini Exhibition dan Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan Pada Kegitana Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) yang dilaksanakan dari Tanggal 24-26 September 2020 di Medan dan Danau Toba.

Kegiatan ini diprakasai oleh Direktorat Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran, Deputi bidang Produk Wisata Penyelenggara kegiatan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

H. Simare-mare menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat juga akan membangun resort bertaraf internasional, parkiran dan tempat-tempat kebersihan yang lokasinya telah disediakan yakni diperbukitan seluas 24 hektar.

“Pak Luhut Pandjaitan dan Menteri Pariwisata saat berkunjung ke desa ini beberapa waktu lalu telah berkomitmen untuk membangun Desa Sigapiton sebagai desa tujuan wisata,” tuturnya.

Simare-mare juga mengungkapkan, untuk membangun desa tujuan wisata bertaraf internasional, nantinya dikawasan ini akan dibangun bandara udara bertaraf internasional di Sibisa. Maka dari itu saat ini masyarakat terus melakukan pembenahan disegala sektor.

“Karena saat ini desa kami belum layak disebut sebagai Desa Tujuan Wisata karena masih minim fasilitas dan infrastruktur yang belum banyak terbangun,” ujarnya.

Sementara itu Sekretaris Desa (Sekdes) Sigapiton, Mula Horas mengatakan bahwa penduduk desa ini mayoritas bermarga Sirait dan Manurung yang bermata pencarian bertani dan nelayan.

“Masyarakat kita saat ini sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk menuju desa tujuan wisata. Karena itu, kita harap Pemerintah Pusat serius dalam pembangunan infrastruktur dan fasilitas wisata bertaraf internasional di desa ini bisa dilaksanakan ditahun 2021 mendatang,” pungkasnya. (sus)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini