BP2RD Sumut Harus Tinjau Pengelolaan Air Bersih Tak Bayar Pajak di KIM

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


dailysatu.com-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendesak Pemerintah Prov. Sumut melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) untuk mengecek pengelolaan air bersih di KIM yang diduga tidak membayar pajak.


Hal ini harus segera dilakukan BP2RD Sumut, kata Anggota Komisi C DPRD Sumut Benny  Harianto Sihotang agar diketahui apakah benar hal itu terjadi agar oknum atau perusahaan yang melakukannya bisa diberikan sanksi.  


“Saya mendapat informasi dari masyarakat jika di KIM terdapat pengelolaan air bersih yang diduga tidak membayar pajak yang diduga dilakukan sebuah perusahaan swasta. Karena itu, BP2RD harus segera turun ke KIM untuk mengkroscek kebenaran informasi ini, karena jika itu benar terjadi maka telah melanggar regulasi yang berlaku,” kata Benny saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan BP2RD bersama Komisi C DPRD Sumut di Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (31/8/2020).


Dijelaskan Benny bahwa perusahaan yang diduga mengolah air bersih di KIM tersebut, yang menurut informasi masyarakat bukanlah bagian dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi.


“Dan menurut informasi dari masyarakat, air yang diambil berasal dari sungai dan dikontribusikan ke pada perusahaan di Kawasan Industri Medan (KIM). Kalau memang benar itu, pasti dikenakan pajak air permukaan dan saat ini masyarakat serta perusahaan yang ada di KIM tidak lagi membeli air dari Tirtanadi," ucap politisi Partai Gerindra ini seraya menambahkan agar BP2RD segera melakukan investiasgi terhadap persoalan ini.


Sementara itu menanggapi informasi yang disampaikan oleh Anggota DPRD Sumut tersebut, Plt Kepala BP2RD Sumut, Riswan mengatakan bahwa pihaknya belum mengetahui tentang informasi tersebut.


Namun demikian, lanjut Riswan, pihaknya akan segera turun ke KIM untuk meninjau sekaligus melakukan investigasi persoalan ini.


"Saya belum mengetahui informasi yang Bapak Benny Sihotang sampaikan ini dan baru dari Bapak saya mengetahuinya. Dan kita upayakan Pekan depan kita akan tinjau persoalan ini,” tandasnya. (ds/SUS)

Share:
Komentar

Berita Terkini