Bocah 8 Tahun di Nias Utara Hilang, Diduga Dimutilasi Paman Kandungnya

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Seorang bocah 8 Tahun, di Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara, dinyatakan hilang sejak, Sabtu (25/7/2020).

Meski telah berupaya mencarinya, namun hingga kini pihak keluarga belum mengetahui dimana keberadaan bocah malang itu.

Dengan kaki tertatih, Bedali Gea dan Samaria Zega, warga Desa Fuloo Salo'o, Kecamatan Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, mendatangi Polres Nias, Rabu (2/8/2020).

Bukan tanpa alasan, kedatangan pasangan suami istri tersebut untuk mendesak Polres Nias menindaklanjuti laporan kehilangan Marsetia Gea, anak kandung mereka.

Kepada sejumlah wartawan, Foriman Zega, perwakilan keluarga menyebut bahwa ada dugaan Marsetia Gea telah di bunuh dengan cara dimutilasi oleh paman kandungnya sendiri berinisial SZ.

"Marsetia diketahui hilang sekitar pukul 21.00 Wib, setelah diajak pamannya SZ pergi ke kebun. Saat kembali dari kebun, pamannya SZ memberitahukan jika Marsetia ditinggalkan di tepi sungai Bozilimo karena banjir. Mendapat kabar itu, kemudian ayah dan ibu bersama keluarga mencari Marsetia namun tidak menemukannya", ujar Foriman.

Foriman menerangkan, saat mencari Marsetia ternyata sungai tidak sedang dalam keadaan banjir. Berdasarkan hal tersebut, pihak keluarga menduga SZ telah membunuh Marsetia dengan cara dimutilasi.

"SZ berbohong, kami menaruh curiga terhadapnya. Sebab jauh hari sebelumnya, ibu Marsetia dan SZ juga mempunyai hubungan tidak baik akibat permasalahan keluarga. Kecurigaan keluarga bertambah, karena beberapa kali SZ menawarkan perdamaian kepada ibu Marsetia dengan memberi uang tunai 20jt namun ditolak", kata Foriman.

Atas dasar itulah, lanjut Foriman, pihak keluarga mendesak Polres Nias agar lebih cepat mengungkap peristiwa kehilangan Marsetia Gea yang diduga melibatkan paman kandungnya SZ.

“Beberapa kali keluarga SZ meminta damai dengan uang 20jt, namun kami tolak. Kami berharap, polisi dapat menindaklanjuti sejumlah bukti petunjuk yang telah disampaikan keluarga Marsetia", tandas Foriman.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nias, AKP Junisar Rudianto, berjanji akan segera menindaklanjuti laporan orang tua Marsetia dengan melakukan pengembangan penyelidikan.

"Baru pihak keluarga Marsetia yang dimintai keterangannya. Kami juga masih berupaya mencari keberadaan Marsetia. Kami berharap, pihak keluarga memberikan bukti petunjuk tambahan untuk membantu polisi mengungkap peristiwa kehilangan Marsetia", ucap Rudianto. (ds/Ris)
Share:
Komentar

Berita Terkini