Atasi Penyebaran Covid 19, Kepulauan Nias Akan Disekat 14 Hari

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


dailysatu.com - Gubenur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi akan memberlakukan test SWAB di Bandara dan Pelabuhan di Kepulauan Nias. 


Pemberlakukan ini akan dimulai Senin (21/9/2020) sampai dua Minggu kedepan. Hal ini dilakukan karena meningkatnya kasus penyebaran Corona Virus Diases 2019 (Covid 19) di Kepulauan Nias. 


"Sudah 106 kasus, kita akan berlakukan penyekatan di Bandara dari Jakarta ke Nias, Medan ke Nias. Selain itu juga di Pelabuhan dari Sibolga ke Nias, Singkil Ke Nias dan Teluk Bayur ke Nias. Pemberlakukan benar-benar total," kata Gubsu Edy Rahmayadi usai rapat dengan bupati dan walikota Kepulauan Nias di Sekretariat Gugus Tugas Jalan Sudirman Medan, Rabu (16/9/2020). 


Edy juga menegaskan, selama penyekatan ini seluruh penumpang baik di Bandara maupun di Pelabuhan harus membawa surat SWAB dan akan di karantina selama 3 hari. 


"Selain membawa surat SWAB, penumpang pesawat dan kapal laut yang akan masuk ke Nias juga dikarantina selama 3 hari setelah boleh masuk ke Nias. Begitu juga dengan masyarakat yang ada di Nias juga akan dilakukan penyekatan. Mereka akan dilakukan rapid test. Yang reaktif akan diisolasi dan juga akan di SWAB sampai dapat hasil," ujarnya. 


Selama 14 hari itu, masih kata Gubsu, masyarakat ternyata reaktif akan diisolasi di tempat yang disiapkan seperti di sekolah yang saat ini diliburkan. 


"Kita akan siapkan tempat tidur mereka dan akan kita rawat rakyat kita yang disana,' tutur Edy.


Edy juga menerangkan, bahwa pihaknya akan menurunkan Satgas Khusus yang melakukan penertiban protokol kesehatan. Serta menyiapkan pengaturan perawatan terhadap orang-orang yang terpapar. 


"Ketiga menyiapkan tempat-tempat isolasi lalu melakukan pencarian orang-orang yang terpapar dan diisolasi mandiri. Artinya tidak dia harus dijemput dan dirawat," ucapnya. 


Lebih lanjut Gubsu menjelaskan, pihaknya juga sudah membahas persoalan ini dengan kepala daerah untuk menyiapkan pemakaman yang saat ini menjadi persoalan disana sehingga harus ada keputusan dari Satgas yang dipimpin Kolonel Fadril dan Wakilnya AKBP Siregar


Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Alwi Mujahid Hasibuan menuturkan diputuskan hasil SWAB masyarakat di Nias akan di kirim ke Medan.


“Dalam 2 hari kita harapkan hasilnya akan kita kirim lagi ke Nias. Jadi alat-alat untuk SWAB itu akan kita bawa kesana,” terangnya seraya menambahkan bahwa tenaga medis yang ada di Kepulauan Nias, sudah cukup. Meski ada 33 orang yenaga medis yang terpapar dan 4 diantaranya adalah dokter. 


“Perawat kita banyak kalau dari 5 kabupaten/kota itu ada sekitar 500 an. Jadi tenaga medis kita cukup ya,” pungkasnya. (sus)

Share:
Komentar

Berita Terkini