Adanya Korban Tewas Dibekas Galian C, Dinas ESDM Sumut Akan Bekukan Izin Pengusaha

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Pasca ditemukannya korban jiwa seorang anak SD yang tewas di bekas Galian C Dusun II Desa Tinggiraja Kecaman Tinggiraja Kabupaten Asahan,diduga kuat akibat kelalaian pengusaha galian C yang tidak melakukan reklamasi ( menimbun bekas galian) pada lokasi usaha tambangnya.

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sumatera Utara,akan melakukan membekukan dan melakukan peninjauan dilokasi Galian C yang disebut sebut milik pengusaha galian C  tanah urung yang bernama Siswono.

Pasalnya, pengusaha tambang itu diduga kuat lalai dan tidak melaksanakan Standard Operasi Pertambangan (SOP) dalam melakukan aktivitas pertambangan hingga menimbulkan korban jiwa .

Selain itu, pengusaha tambang diduga tidak melakukan pelarangan bagi yang bukan pekerja atau yang terlibat tambang dilarang sembarangan masuk ke lokasi tambang. Karena seharusnya pengusaha memberlakukan larangan bagi yang bukan pekerja atau terlibat dalam pertambangan, dilarang sembarangan masuk ke lokasi tambang.

"Kita akan melakukan peninjauan dan mengecek semua izin pemilik tambang galian C tanah urung yang ada di Tinggiraja itu.Bahkan,kita akan mengkroscek apakah lokasi tersebut berada di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP). Jika tidak berada diwilayah WIUP, maka kita akan melakukan tindakan tegas kepada pengusaha tambang ," ujar KTU Cabang Dinas ESDM IV Labuhanbatu, Zulkifli Peranginangin S.Sos kepada Wartawan Sabtu (5/9/2020) melalui saluran aplikasi WhatsApp.

Karena adanya informasi dari wartawan tentang adanya galian C yang menimbulkan korban jiwa. Maka,kami dari Dinas ESDM akan melakukan evaluasi terhadap izin pertambangan pengusaha tersebut.

"Kasus ini sudah kami sampaikan sama Kadis ESDM Provinsi Sumut Kemungkinan Kadis akan perintahkan dan menurunkan Tim Inspektur Tambang,guna menggali informasi terkait peristiwa tersebut. Bahkan,Kadis juga akan menindak pengusaha tambang karena tidak melakukan reklamasi dan lalai dalam menjalankan usaha pertambangannya," kata Zulkifli lagi.

Bahkan,kata Zulkifli,jika pengusaha tambang tidak melakukan reklamasi pada galian C tanah urung yang mereka keruk. Dinas ESDM akan melakukan pembekuan izin pengusaha.

"Jika pengusaha tidak segera melakukan reklamasi maka Dinas ESDM akan membekukan dan mencabut izin pengusaha tambang. Sebelum mereka membayar ke bank biaya reklamasi nya," tegas Zulkifli.(Hen)
Share:
Komentar

Berita Terkini