Ulat Jerman Organik Indonesia Dilirik Malaysia & Timur Tengah

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
Teks foto : Sekjend Asosiasi Peternak Ulat Organik Indonesia, Dicky M hamdan
dailysatu.com - Dimasa Pandemi Covid 19 yang melanda dunia saat ini, Indonesia juga ikut terimbas dampaknya. Dan banyak karyawan yang di PHK sekarang beralih beternak Ulat Jerman (UJ) untuk mendongkrak pendapatan mereka.

"UJ Organik yang dulunya menjadi idola pecinta burung dan ikan hias, kini telah dilirik pasar luar negeri untuk dijadikan makanan sumber protein, omega 3 dan Kromiun yang bisa menstabilkan gula darah bagi penderita diabetes  serta sebagai bahan baku perusahaan yang bergerak dibidang kosmetik," ujar Sekjend Asosiasi Peternak Ulat Organik Indonesia, Dicky M Hamdan, Minggu (2/8).

Seperti halnya  sebut Dicky, yang dilakoni oleh Muhammad Saleh asal Medan, yang telah menggeluti berternak UJ Organik. Dan hasilnya, sangat dapat diandalkan untuk kebutuhan sehari hari.

Bahkan ungkapnya, ada juga peternak UJ organik asal Jawa Barat, Kang Aang, sekarang telah membuat kelompok peternak UJ Organik. Lebih dari 180 peternak yang dibentuknya tersebar di Sukabumi dan sebahagian wilayah Jabar.
Ada juga katanya lagi, peternak dari Jawa«~ Heriyato, saat ini selain peternak UJ organik bahkan menjadi pengepul hingga Semarang dan Bandung. Heriyanto sudah memliki rekanan lebih 300 peternak. Begitu juga Bintoro peternak dari surabaya,  sekarang sudah berhasil membina lebih 300 orang peternak hingga, madura, kediri, madiun, pacitan dan daerah lainnya di sebahagian pulau Jawa.

Begitu juga lanjutnya, seperti peternak UJ dari Riau, Heri, yang saat ini sudah berhasil menjadi peternak UJ Organik.

" Kita berharap kiranya kelak Prof.DR (AMB) Bachtiar Aly MA yang telah menggagas lahirnya Asosiasi Ulat Organik Indonesia ini dapat menjadi motor untuk menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah tagar  dapat memberi support bagi peternak UJ Organik. Sehingga kami semua peternak dapat melibatkan diri dalam program ketahanan pangan nasional RI," harapnya.

Menurutnya, untuk memasarkan hasil ternak UJ organik tidaklah begitu sulit, karena sudah ada perusahaan eksportir di Kota Medan  dan Perusahaan Jasa Kepabeanan asal Aceh yang siap membantu.

" Keduanya siap menjembatani peluang dan kontrak suplai dengan negara tujuan ekspor, asal semua peternak kompak dan berkomitmen dengan eksportir. Saya berharap Pemerintah bisa membantu kalancaran. Khususnya dapat mengeluarkan serifikat karantina hewan dengan cepat dan mudah. Saya sambut baik inisiatif rekan rekan pada Asosiasi ini mau bergabung dan saling menukar info update ketersrdiaan stok di seluruh Indonesia," ujarnya.(ds/lilik)
Share:
Komentar

Berita Terkini