Tipu Jual Beli Rumah, Pria Ini Ditangkap Polres Tapteng

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - PA (51) Warga Sibuluan Nalambok harus berurusan dengan Polres Tapteng, pasalnya pria paru baya ini nekat melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Pelaku ditangkap berdasarkan laporan korbannya bernama Gusniar Limbong (54) Warga Sibuluan Nauli dengan modus jual beli perumahan.

Setelah Gusniar Limbong membayar lunas rumah yang dijanjikan PA sebesar Rp.186.000.000 (Seratus Delapan Puluh Enam Juta Rupiah), rumah yang dijanjikan tidak kunjung diserahkan.

Menurut keterangan Kapolres Tapteng, Nicolas Dedy Arifianto, SH.SIK.MH melalui Paur Subbag Humas Polres Tapteng, Ipda JS.Sinurat mengatakan, pada tanggal 12 Juni 2018, Gusniar Limbong mengambil 1 unit Perumahan Sonang Nauli Sarudik Tapteng.

Lalu Gusniar Limbong membayar biaya booking fee sebesar Rp.5000.000 (Lima Juta Rupiah) untuk unit Blok A No.12. Karena masa kerja dan umur Gusniar Limbong sudah tidak bisa lagi mengambil KPR maka disarankan oleh PA untuk mengambil unit rumah tersebut melalui cicilan bertahap sampai lunas.

Harga unit tersebut di tambah biaya kelebihan tanah dan biaya pengurusan sampai mendapatkan sertifikat sebesar Rp.186.000.000. Gusniar Limbong menyanggupinya. Dan pada tanggal 17 Februari 2020, Gusniar Limbong melunasi rumah tersebut.

Lanjut Humas, pada saat Gusniar Limbong mau menempati rumahnya, dia melihat ada orang yang menempati rumah tersebut.

Lalu Gusniar Limbong menjumpai PA dan menanyakan hal tersebut kepada PA. Pa berdalih kalau penghuni rumah tersebut hanya mengontrak. PA kemudian mengaku akan mempertanggungjawabkan uang kontrak tersebut.

“PA berjanji akan membayarkan biaya kontrak orang tersebut sebesar Rp.5.000.000 (Lima Juta Rupiah), karena mereka mengontrak hanya 1 tahun,”ungkap Humas Ipda.JS.sinurat.

Kemudian pada bulan Mei 2019, Gusniar Limbong di telepon orang yang menempati  rumah tersebut, katanya ada orang yang bernama Ridwan Hutabarat datang dan mengaku sebagai pemilik rumah tersebut. Bahkan kata Ridwan Hutabarat mengaku sudah menggadaikan rumah tersebut ke Bank.

“Gusniar Limbong menjumpai Ridwan Hutabarat. Ridwan Hutabarat menunjukkan bukti kepemilikan rumah kepada Gusniar Limbong. Ridwan hutabarat juga menunjukkan foto copy sertifikat rumah yang sama.  Atas keterangan yang diperoleh Gusniar Limbong melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tapteng guna diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,”sebut Ipda.JS.Sinurat.

Dari hasil penyelidikan, personil Polres Tapteng menyita barang bukti berupa 19 lembar Foto Copy Kwitansi penyerahan uang dari  Gusniar Limbong kepada Poltak Ali dengan Total Rp.186.000.000, 4 (empa) lembar Foto Copy kwitansi penyerahan uang dari  Suneta Anggreni kepada Poltak Ali  sebesar Rp.81.000.000. Foto Copy dokumen Sertifikat Hak Milik Nomor 310 Provinsi Sumut,Kabupaten  Tapanuli Teng,Kecamatan Sarudik,kelurahan Pondok Batu.

Pasal yang dipersangkakan yaitu Pasal 372 dan atau pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun Penjara.(ds/Allin)
Share:
Komentar

Berita Terkini