Terkait Kematian Cewek ABG di Lokasi Karoke, Ormas Islam Minta Tutup Semua Lokasi Karoke di Asahan,Jika Melanggar Izin

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
Teks foto : Budi Irawan Ketua FUI Asahan
dailysatu.com - Terkait kematian Ismi Aulia (20) cewek anak baru gedek (ABG) yang tewas di "Karoke Family Bakso Gong",yang berada di Kecamatan Aek Songsongan kemarin, menjadi perhatian masyarakat Asahan.

Pasalnya, sebelum tewas korban diduga kuat mengkonsumsi narkoba didalam ruangan KTV yang informasinya merupakan tempat karoke keluarga. Namun bisa dijadikan tempat ajang pesta narkoba untuk berjoget ria dengan musik.

Dengan ditemukannya lokasi karoke keluarga dijadikan tempat untuk dugem, menjadi sorotan keras oleh sejumlah Aktivis Islam dan Tokoh Pemuda Kabupaten Asahan.

Dimana karoke keluarga bisa disulap menjadi sarana diskotik mini didalam ruangan. Artinya, pengusaha sudah menyalahin izin beroperasi dari Pemkab Asahan dan mengangkangi izin keramaian dari Polres Asahan.

"Kita sangat kecewa dengan sikap pengusaha karoke  yang disinyalir melanggar izin dan peraturan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten dan Polres Asahan. Karena, ditengah Pandemi Covid19 ini, pengusaha tempat hiburan masih ada yang membuka usahanya hingga melewati izin tayang dan menjadikan usahanya tempat ajang pesta narkoba. Bahkan sampai makan korban jiwa," ujar Seketaris Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kabupaten Asahan, OK Mochammad Rasyid SE pada wartawan,Sabtu (1/08/2020) di Kisaran.
Teks foto : Sekum HMI Cabang Asahan,Ali Ibrahim Manurung
Untuk itu, kata Tokoh Pemuda Melayu Asahan ini,kita meminta dan mendesak Pemkab Asahan untuk menutup  dan mencabut izin usaha karoke keluarga yang menyalahin aturan itu.

Selain itu, tambah OK Rasyid, kami meminta Polres Asahan diminta untuk serius melakukan pengawasan kepada seluruh tempat usaha karoke yang menjadikan usaha karoke sebagai ajang transaksi narkoba dan tempat pesta narkoba.

"Mungkin karena kurangnya pengawasan dari Pemkab Asahan dan Kepolisian Polres Asahan. Makanya tempat hiburan karoke bisa jadi tempat pesta narkoba hingga menyebabkan orang meninggal," tegas OK Rasyid.

Terpisah,Ketua Forum Umat Islam (FUI) Kabupaten Asahan, Budi Irawan juga meminta dan mendesak Polres Asahan untuk mencabut semua izin keramaian yang dikeluarkan oleh Sat Intel polres Asahan. Soalnya, semua pengusaha hiburan karoke di Asahan sudah tidak pernah mentaati peraturan dan izin yang diberikan pada semua pengusaha.

Karena, selama ini semua tempat hiburan malam kerap membuka usaha hiburan karoke nya hingga dini hari. Melewati jam izin tayang yang dikeluarkan oleh Pemkab Asahan dan Polres Asahan.

"Kalau semua pengusaha hiburan karoke keluarga masih membuka tempat hiburannya sampai subuh. Bagus tutup paksa dan cabut izin operasi nya. Biar jangan ada lagi korban jiwa yang tewas dikarenakan pesta narkoba ," tegas Ketua FUI Asahan,Budi Irawan pada wartawan ,Sabtu (1/08/2020) di Kisaran.

Jika tempat hiburan bisa mendatangkan kemaksiatan dan menyebabkan kematian,kata Budi Irawan, sebaiknya harus segera dihentikan dan ditutup paksa oleh Pemkab Asahan. Karena selama ini,tempat hiburan karoke banyak mendatang mudaratnya.

"Tempat hiburan karoeke itu mengundang kemaksiatan, menimbulkan kematian dan banyak mudaratnya. Lebih bagus ditutup  dan dicabut aja semua izin karoke keluarga yang menyalahin aturan," tegas Budi Irawan sembari mengaku banyak melihat sejumlah lokasi karoke di Kisaran yang buka hingga Subuh.

Sementara, Seketaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Asahan,Ali Ibrahim Manurung kepada awak media ini meminta agar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Asahan,untuk peran aktif melakukan pengawasan intens dengan melakukan razia razia keseluruh tempat hiburan malam.

Sebab,selama ini akibat minimnya pengawasan yang dilakukan Pemkab Asahan, Polres Asahan dan BNNK Asahan. Makanya bisa tempat karoke keluarga menjadi tempat dugem dan maksiat serta bebas peredaran narkoba.

"Untuk mencegah masuk dan maraknya peredaran narkoba di Asahan. Kami minta BNNK Asahan,untuk proaktif melakukan pengawasan dan pemberantasan narkoba dengan melakukann razia diseluruh tempat karoke dan cafe serta salon yang ada di Kota Kisaran Asahan ini," tegas Ali Ibrahim Manurung pada wartawan ,Sabtu (1/08/2020) melalui seluler.

Hal itu,tambah Ali Ibrahim,agar jangan ada lagi korban jiwa anak anak bangsa yang meninggal akibat mengkonsumsi pil setan yang menewaskan anak bangsa.

"Kalau BNNK Asahan tidak segera melakukan razia untuk mengantisipasi peredaran narkoba ditempat hiburan malam. Maka akan ada lagi korban jiwa anak bangs yang meninggal dunia karena narkoba," tegas Ali Ibrahim sembari mengaku kerap melihat salon Meylin,salon Ibay, karoke kasih,karoke antariksa yang kerap membuka sampai subuh hari yang diduga menjadi tempat dugem.(Hen)
Share:
Komentar

Berita Terkini