Ratusan Warga Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Bupati Labuhanbatu

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
Teks foto : Pengunjuk rasa saat berada di Kantor Bupati Labuhanbatu serta polisi dan Satpol PP
dailysatu.com - Ratusan warga pesisir Desa Sei Panggantungan, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) bersama Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA-Sumut) beserta Gerakan Mahasiswa Labuhanbatu (GERMALAB) melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Labuhanbatu, Senin (03/08/20) siang.

Koordinasi aksi Rizki Yusuf Siregar mewakili aksi pengunjuk rasa menyampaikan tuntutannya, meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu memperhatikan penderitaan yang dialami oleh rakyat khusuhnya warga Desa Sei Panggantungan.

"Saya koordinator aksi unjuk rasa mewakili masyarakat warga Desa Sei Panggantungan, menuntut Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu untuk segera merealisasikan pembangunan jalan di Desa Sei Panggantungan karena sudah puluhan tahun tidak layak untuk dijalani," ucap koordinator aksi Rizki Yusuf Siregar seperti selebaran kertas yang dibagikan saat melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati Labuhanbatu.

Lebih lanjut, dalam selebaran yang dibagikan disebutkan bahwa masyarakat Desa Sei Panggantungan tersebut harus berjalan diatas lumpur setiap hari, baik ke sekolah, kemasjid, kegereja, dan kemanapun. Penderitaan ini telah kami rasakan berpuluh-puluh tahun lamanya.

"Berkali-kali kami hanya menjadi objek untuk dibohongi dengan janji-janji manis para pemimpin kabupaten ini sejak puluhan tahun, namun kini kami telah tersadarkan bahwa kami harus bersuara," sebut para pengunjuk rasa itu dalam orasinya.

Sementara itu, disela-sela padatnya pengunjuk tersebut ketika ditemui pengunjuk rasa salah satunya Judin Siahaan dan Hasudungan masing-masing mengaku warga dusun IV (Empat) Desa Sei Panggantungan rela meluangkan waktunya dalam rangka untuk menyampaikan aspirasinya agar kedepannya pemerintah Labuhanbatu memperhatikan masalah yang dihadapi terutama masalah jalan.

"Kami sudah mempersiapkan aksi unjuk rasa dari pukul 3 (tiga) pak. Puluhan tahun jalan Desa kami tidak kunjung ada pembangunan hanya janji saja, makanya kami melakukan aksi agar desa kami diperhatikan khususnya jalan," ujar Judin bersama Hasudungan. (Ds/Zulharahap)
Share:
Komentar

Berita Terkini