Rampok Warga, Dua Pria Ini Ditangkap Polsek Pandan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - A  alias AWH (38) warga Desa Aek Borgot, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas. Dan V Alias YAS (35) warga Kelurahan Batunadua, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan harus merasakan dinginnya sel Mapolsek Pandan.

Pasalnya, kedua pria ini ditangkap lantaran mencoba melakukan aksi pencurian dengan kekerasan dirumah warga bernama Saiful Bahri Tanjung (23) warga Lingkungan II, Kelurahan Budi Luhur,Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sabtu (15/8/2020).

Menurut keterangan Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto, SH,SIK,.MH melalui Paur Subbag Humas Polres Tapteng  Ipda JS.Sinurat menyampaikan bahwa, kejadian berawal saat korban sedang pergi makan siang dan  meninggalkan temannya Rian Panggabean didalam rumah.

“Kemudian saksi Rian Panggabean menghubungi korban dengann menyatakan ada Tamu dua orang mengaku adik yang punya rumah,”kata Ipda.JS.Sinurat.

Korban pun kembali ke rumah dengan membawa nasi dan sesampainya dirumah lalu korban, bersama Rian Panggabean serta para para pelaku makan bersama didalam rumah.

Usai makan, Rian Panggabean pergi  dari rumah untuk menjemput anak dan didalam rumah hanya ada korban serta para pelaku.

Setelah 10 menit kemudian lalu pelaku AWH memukul kepala korban dengan menggunakan batu, sebanyak 2 (dua) kali lalu korban mendorong pelaku AWH, sedangkan pelaku YAS menutup pintu depan rumah.

“Korban berhasil keluar dari dalam rumah dengan cara mendobrak pintu yang telah ditutup oleh pelaku YAS. Pada saat korban sudah berada diluar rumah lalu pelaku AWH mengambil 1 (satu) buah Handphone merek VIVO  warna hitam  milik korban. Sedangkan korban menjerit hingga masyarakat mendatangi rumah tersebut dan berhasil menangkap para pelaku,”jelas Humas.

Pelaku dan barang bukti berupa 1 (satu) buah Handphone merek VIVO warna hitam, 1 (satu) buah batu bulat di bawa ke Polsek Pandan untuk proses selanjutnya.  Akibat kejadian tersebut si korban mengalami kerugian diperkirakan Rp.4.000.000 (empat juta rupiah). Kepada pelaku dapat dipersangkakan melanggar pasal 365 KUHPidana dengan ancaman penjara 20 tahun. (ds/Allin)
Share:
Komentar

Berita Terkini