Polres Labuhanbatu Diminta Usut Tuntas Proyek BTT Covid 19

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
Teks foto : Fraktis Hukum Sutrisno O, SH
dailysatu.com - Terkait pemberitaan tentang proyek Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk tempat karantina penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19) sebesar Rp.505.400.000,00 di kerjakan perusahaan CV.Kasika Maju pada tanggal 20 April sampai dengan 18 Juni 2020 diduga bermasalah.

Pasalnya, sejak dimulainya pekerjaan sampai selesai papan proyek tersebut tidak dipasang, sehingga ada indikasi menutup-nutupi proyek tersebut agar tidak diketahui kalangan masyarakat banyak anggarannya berapa dan apa saja pekerjaannya. "Dari awal pekerjaan sudah kita sampaikan kepada pemborongnya agar papan atau plank pronyek ini dipasang. Namun, hingga sekarang pekerjaan rehab itu sudah mencapai 60 persen pekerjaan belum juga dipasang" Ucap Ulpian selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora), Rabu (03/06/20) siang menjawab wartawan dilokasi gedung.

Bukan hanya itu, pantauan wartawan media ini Rabu (08/07/20) dilokasi proyek itu terlihat dua orang pekerja toko Springbed tempat tidur sedang mengantar dan memasang langsung kedalam kamar tempat penginapan keluarga yang diduga terpapar Covid 19 walaupun kontrak kerja telah berahir. Namun, menjadi pertanyaan kamar tempat karantina kurang lebih 14 kamar dengan ukuran kamar sama. Diantara 14 kamar tersebut berbeda, 5 (lima) kamar hanya memiliki tempat tidur 1 (satu) bertingkat sedangkan 9 (sembilan) kamar lagi memiliki tempat tidur 2 (dua) masing-masing bertingkat.
Teks foto : Proyek tempat penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid 19)
"Springbed ini dari salah satu toko di ringo-ringo, kita hanya ngantar pesanan Bg, ada 6 springbed yang di pesan. Tapi, ini baru 3 (tiga) sisa barangnya belum datang Bg, Nanti kalau sudah datang baru kita antar lagi," ucapnya sembari mengatakan alamat toko Springbed dimana tempatnya kerja, Rabu (08/07/20) Siang.

Sementara itu, ketika ditemui media ini salah satu kasir toko springbed tempat tidur yang berada di ringo-ringo Rantauprapat sebagaimana yang diucapkan oleh pekerja yang mengantar tempat tidur tersebut membenarkan bahwa tempat tidur itu berasal dari toko tempatnya bekerja.

"Benar Bg, Springbed atau tempat tidur yang diantar ke tempat Wisma Atlit itu dari sini, kemaren diantar 3 (tiga) besoknya diantar 3 (tiga) lagi,"ungkap salah satu kasir toko itu pada wartawan media ini Selasa (14/07/20) sekira pukul 09:33 wib di tempatnya kerja.

Menggapai hal tersebut, fraktisi hukum Sutrisno,SH ketika dimintai tanggapannya meminta penegak hukum Polres Labuhanbatu, kejaksaan agar menindak lanjut proyek penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19).

"Polres Labuhanbatu, kejaksaan diminta menindak lanjuti adanya pemberitaan tentang proyek penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19) yang menelan dana sebesar Rp.505.400.000,00"kata Sutrisno,SH saat diminta tanggapannya.

Lebih lanjut Sutrisno mengatakan, bagaimana kalau pasien yang diduga terpapar Covid 19 dilabuhanbatu ada sementara kontrak kerja sudah berahir namun belum juga selesai dan jarak antara pasien dengan pasien lain itu jaraknya berapa, bahkan ada tempat tidur untuk pasien yang berbeda antara kamar satu dengan kamar yang lain.

"Saya meminta kepada polres dan kejaksaan Labuhanbatu agar menindak lanjuti proyek tersebut," harap fraktis hukum itu.

Jangan mengambil keuntungan dimasa pandemik ini dan apabila itu terjadi, pihak penegak hukum supaya memberikan atensi terhadap masalah ini. (ds/Zulharahap)
Share:
Komentar

Berita Terkini