Pengurus Primkop TKBM Pelabuhan Belawan Tegaskan Tidak Ada Penggusuran Bagi Pedagang Yuka Martubung

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Maraknya isu yang beredar di kalangan pedagang Komplek Eks Yuka berada di Kelurahan Tangkahan, Kec. Medan Labuhan akan digusur oleh Pengurus Primkop TKBM Pelabuhan Belawan membuat sejumlah pedagang resah.

Dari pengamatan dilapangan, terlihat sejumlah orang sedang mengutip uang kepada para pedagang dengan tulisan disebuah kota air mineral mohon bantuan untuk perjuangan kita.

Isu yang beredar tersebut dan telah membuat resah para pedagang,  membuat pengurus Primkop TKBM Pelabuhan Belawan angkat bicara.

Kali ini, Ketua Primkop TKBM  Pelabuhan Belawan Sabam Manalu yang dihubungi wartawan melalui telepon, Sabtu (22/8/2020) mengatakan tidak benar isu yang di hembuskan kepada pedagang pajak Yuka kalau mereka akan digusur oleh Primkop TKBM  Pelabuhan Belawan.

"Itu tak benar isu yang disebar sejumlah orang untuk memanfaatkan situasi saat ini, saya selaku ketua Primkop TKBM  Pelabuhan Belawan tegaskan tidak ada penggusuran bagi para pedagang," ucapnya.

Lebih lanjut disampaikan Sabam Manalu, pihaknya hanya memberikan surat kepada yang menempati aset rumah eks Primkop TKBM Pelabuham Belawan.

"Kita tidak ada mau mengurusi para pedagang, kita hanya fokus mendata ulang aset eks primkop TKBM Pelabuhan Belawan biar kita bisa membuat registrasinya yang lebih baik," jelasnya.

Pada kesempatan ini, Ketua Primkop TKBM Pelabuhan Belawan Sabam Manalu meminta aparat penegak hukum untuk menindak para provokator yang mencari keuntungan dalam persoalan ini.

"Pihak kepolisian harus menangkap oknum - oknum yang mencari keuntungan dan memanfaatkan situasi ini dengan menyebar isu yang membuat resah masyarakat, dan menangkap para pelaku yang melakukan pengutipan liar (pungli) terhadap para pedagang di Pajak Yuka Martubung dengan alasan perjuangan," pintanya.

Sementara salah seorang pedagang di Pajak Yuka yang tidak mau disebutkan namanya sat ditemui mengaku resa dengan aktifitas pungli tersebut.

"Kalau ditanyak kami pasti resah dengan pengutipan ini, apalagi ini bawak - bawak isu pedagang mau digusur. Kami sebagai pedagang minta adanya solusi atas masalah ini," tandasnya.(Heri)
Share:
Komentar

Berita Terkini