Maju Jadi Cawabub, Sekda Asahan Mundur Dari Jabatannya

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Taufik Zainal Abidin Siregar, secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Asahan, Senin (03/08/2020) sekira pukul 08:00 WIB.

Pengunduran dirinya itu langsung dikatakannya pada seluruh ASN, saat dirinya menjadi pimpinan apel yang berlangsung di halaman kantor Bupati Asahan, Jalan Sudirman, Kisaran.

Dimana apel itu merupakan yang pertama usai Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Kegiatan tersebut diikuti oleh pejabat struktural dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Asahan.

Taufik mengumumkan kepada seluruh pegawai Pemkab Asahan bahwa dirinya mulai 1 September 2020, resmi pensiun sebagai aparatur sipil negara (ASN). Karena dirinya akan maju menjadi Calan Wakil Bupati Asahan.
"Saya pamit, karena mulai tanggal 1 September 2020 nanti. Saya secara resmi akan pensiun dari ASN, dan saya ucapkan terima kasih atas bantuan,dukungan dari seluruh rekan-rekan ASN. Sejak saya mulai berkarier dari tingkat kecamatan hingga sampai sekarang," kata Taufik.

Sementara,Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Asahan, Rahmad Hidayat Siregar menyebutkan bahwa mundurnya Taufik sebagai ASN dan Sekda Asahan, berkaitan dengan pencalonan dirinya sebagai Calon Wakil Bupati Asahan berpasangan dengan bupati petahanan, Surya, pada Pilkada 9 Desember mendatang.

"Pak Sekda mengajukan pensiun dini. Karena beliau akan maju di Pilkada nanti. Mulai bulan depan pensiunnya," sebut Rahmat pada wartawan.

Terpisah, Ketua KPUD Asahan Hidayat SP yang dikonfirmasi wartawan,Senin (03/08/2020) melalui selulernya mengatakan berdasarkan PKPU Nomor 5 tahun 2020, bahwa pendaftaran Pasangan Calon melalui jalur parpol akan berlangsung pada tanggal 4-6 September 2020.

"Pendaftaran pasangan calon lewat jalur parpol mulai tanggal 4 sampai 6 September. Saat mendaftar harus membawa seluruh persyaratan, diantaranya pasangan calon harus hadir, pengurus parpol yang mengusung juga harus hadir, surat dukungan parpol, kalau ada ASN,DPRD, TNI/Polri yang ikut mendaftar harus menyertakan surat pengunduran diri sebagai aparatur Negara,"  terang Hidayat SP.

Hidayat juga menjelaskan, berdasarkan PKPU 1 Tahun 2020 perubahan PKPU 3 Tahun 2017, salah satu pasal menjelaskan bahwa setiap warga negara Indonesia dapat menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati dengan memenuhi persyaratan salah satunya adalah menyatakan secara tertulis pengunduran diri sebagai anggota TNI, Polri, Pegawai Negeri Sipil, kepala desa dan atau perangkat desa sejak ditetapkan sebagai calon, begitu juga dengan anggota DPR dan DPRD.

Sedangkan untuk Calon yang menjabat pada BUMN atau BUMD, harus berhenti dari jabatannya yg tidak dapat ditarik kembali sejak ditetapkan sebagai calon.  Sebab, itu juga sudah diatur dalam PKPU  nomor 1 Tahun 2020 perubahan PKPU 3 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, Bupati dan wakil Bupati dan atau walikota dan wakil walikota.

"Semua calon yang maju, harus mengundurkan dirinya dari jabatannya. Walapun itu dari  BUMN dan BUMD," jelas Hidayat SP. (Hendrik)
Share:
Komentar

Berita Terkini