Kasat Reskrim Polres Nias Bantah Tudingan 2 Pengacara Kota Medan

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


dailysatu.com - Kasat Reskrim Polres Nias, Sumatera Utara, Iptu Martua Manik SH, MH, membantah tudingan dua pengacara asal Kota Medan yang menyebut dirinya tidak profesional.


Menurut Manik, tudingan yang diarahkan oleh Marthin Anugerah Halawa SH dan Jon Efendi Purba SH, MH terhadapnya sangat tidak berdasar dan terkesan memfitnah.


Demikian disampaikan Manik melalui Paur Subbag Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo, Senin (10/8/2020).


Restu menerangkan, bahwa tudingan kedua pengacara dari Sozanolo Waruwu tersebut tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.


"Penyidik sudah bekerja maksimal dengan melakukan olah TKP dan gelar perkara. Namun keterangan antara pelapor, saksi pelapor, saksi terlapor, saksi di TKP, serta hasil visum bertolak belakang", kata Restu kepada dailysatu.com.


Karena bertolak belakang, lanjut Restu, sehingga tidak memenuhi unsur dinaikan ketahap sidik. Bahkan untuk memproses laporan Sozanolo Waruwu bernomor STPLP/193/VI/2020/NS itu, penyidik melakukan dua kali gelar perkara tetapi hasilnya sama.


"Justru lebih berbahaya saat penyidik menetapkan seseorang tersangka tanpa bukti yang kuat", ujar Restu.


Menyikapi tudingan yang dilemparkan kedua pengacara Sozanolo Waruwu tersebut, Restu mengatakan pihaknya menunggu petunjuk pimpinan tertinggi di Polres Nias.


"Sikap kami menunggu petunjuk pimpinan. Walau sebenarnya, Kasat Reskrim berencana melaporkan balik kedua pengacara itu ke Polda Sumut dengan tuduhan pencemaran nama baik", pungkas Restu.


Sebelumnya kepada wartawan di Kota Medan, Marthin Anugerah Halawa SH dan Jon Efendi Purba SH meminta Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin agar mencopot Iptu Martua Manik sebagai Kasat Reskrim Polres Nias karena dituding enggan (Tidak Profesional) dalam memproses laporan Sozanolo Waruwu atas dugaan penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam yang dilakukan Satiaro Waruwu. (ds/Ris)

Share:
Komentar

Berita Terkini