Kades Bangun Rejo Diduga Korupsikan Dana Desa, Polisi Diminta Tetapkan Tersangka

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com  - DPC LSM LPPAS- RI Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mendesak Polres Labuhanbatu untuk menetapkan tersangka dugaan Korupsi Dana Desa (DD) Desa Bangun Rejo, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labura.

Desakan itu disampaikan oleh, Ketua LSM LPPAS- RI Labuhanbatu Utara Erwin Sipahutar SE kepada media online dailysatu.com, Selasa pagi (25/8/2020).

Menurut Erwin, ada item pekerjaan yang tidak selesai dikerjakan pada alokasi Dana Desa (DD) 2019, yang diduga kuat ada kesalahan dan mengarah ke tindak pidana korupsi.

"Kasus ini sudah kita laporkan ke unit Tipikor Polres Labuhanbatu,  sehingga kita minta polisi segera tetapkan tersangka," jelas Erwin.

"Desa Bangun Rejo saat ini memang jadi pantauan kita, dari laporan masyarakat seperti Dana BUMDES , pekerjaan Rabat Beton dan pembagian BLT- DD diduga ada terjadi penyimpangan", ungkapnya.

LSM LPPAS- RI akan menelusuri kembali surat pengaduan itu ke Mapolres Labuhanbatu.


"Tanggal 10 Agustus surat kita antar langsung ke Polres. Jadi tidak wajar belum nyampai,"kata Erwinselaku ketua LSM LPPAS-RI Labura.

Kanit Tipikor Polres Labuhanbatu Iptu Sopyan Tampubolon saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp nya mengakui belum menerima surat pengaduan tersebut.

"Suratnya belum ada sampai ke kami," kata Kanit menjawab melalui pesan WhatsApp.

Seperti diketahui, Desa Bangun Rejo telah mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) 2019 senilai Rp143.839.000, untuk pengerasan jalan sepanjang 1 Km, di Dusun Aek Sordang.

Namun, dari pantauan wartawan dilokasi, pengerasan jalan yang berbatasan dengan persulukan di dusun tersebut tidak terlihat aktifitas pekerjaan jalan tersebut. (ds/Tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini