Dituding Aktor Penolakan Pemakaman Jenazah Covid-19, Ini Kata Sa'amboro Laoli

Dibaca:
Editor: Bang Romi author photo


dailysatu.com - Pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mendapat penolakan masyarakat di Kecamatan Alo'oa, Jumat (28/8/2020).


Karena mendapat penolakan, akhirnya Satgas Covid-19 Kota Gunungsitoli melalui Dinas Kesehatan memakamkan jenasah SFM (57) di Kecamatan Gunungsitoli Utara.


Namun belakangan, muncul isu yang menyerang pribadi Sa'amboro Laoli, anggota DPRD Kota Gunungsitoli, yang juga merupakan tokoh masyarakat di Kecamatan Alo'oa.


Sa'amboro dituding sejumlah pihak menjadi aktor dibalik aksi penolakan pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan oleh masyarakat Kecamatan Alo'oa tersebut.


Selain itu, ada pula pihak yang tidak bertangungjawab menuding Sa'amboro sengaja mengusulkan Kecamatan Aloa'oa menjadi tempat pemakaman jenazah Covid-19 Kota Gunungsitoli.


Kepada wartawan, Sa'amboro mengaku tidak tahu menahu aksi penolakan yang dilakukan masyarakat. Menurut dia, aksi penolakan masyarakat tidak ada melibatkan dirinya.


"Saya tegaskan, bukan saya yang mengusulkan Kecamatan Alo'oa menjadi tempat pemakaman jenazah Covid-19. Dan bukan saya pula aktor dibalik aksi penolakan, jadi jangan ada yang menuduh sembarangan", kata Sa'amboro.


Meski demikian, Sa'amboro mengatakan bahwa berdasarkan informasi diterimanya penolakan masyarakat akibat tidak adanya sosialisasi yang dilakukan Satgas Covid-19 Kota Gunungsitoli kepada masyarakat Kecamatan Alo'oa.


"Justru saya membantu memberikan penjelasan kepada masyarakat di sana. Kepada masyarakat, saya menyampaikan Desa Fadoro You batal dijadikan tempat pemakaman jenazah Covid-19. Kenapa batal, karena yang punya tanah tidak jadi menjual tanahnya. Kenapa batal di jual, karena ada masalah. Kenapa ada masalah, karena tidak ada sosialisasi dari Satgas Covid-19 jauh hari sebelumnya", terang Sa'amboro.


Sa'amboro berharap, jangan ada pihak-pihak sengaja mempolitisasi aksi masyarakat untuk menyudutkan dirinya. Sebab, penolakan dikarenakan tidak adanya sosialisasi Satgas Covid-19 kepada masyarakat di Kecamatan Alo'oa.


"Jangan timpakan persoalan ini kepada saya, karena saya tidak tahu apa-apa. Sekali saya tegaskan, tidak benar tudingan yang menyebut saya dibalik aksi penolakan masyarakat", tandas Sa'amboro. (ds/Ris)

Share:
Komentar

Berita Terkini