Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Dilaporkan ke Polres Labuhanbatu

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Adanya dugaan korupsi Dana Desa (DD ) anggaran 2019 pada proyek pengerasan jalan sepanjang 1 KM di dusun Aek Sordang, Desa Bangun Rejo, Kecamatan NA IX- X Kabupaten Labura mendapat respon dari kalangan LSM.

LSM LPPAS RI Labura membuat surat pengaduan ke Kapolres  c/q Tipikor Polres Labuhanbatu perihal dugaan korupsi Dana Desa (DD) tersebut.

"Iya , pengaduannya telah kita buat ke unit Tipikor Polre Labuhanbatu", kata Ketua DPC LSM LPPAS- RI Labura Erwin Sipahutar SE, kepada media online dailysatu.com, Senin (10/8/2020).

Ia menambahkan, dalam surat bernomor 17/LSM-LPPASRI/ VIII/2020 ditembuskan juga ke Mapoldasu dan Ketua DPP LSM LPPAS RI di Medan.

"Kita juga tembuskan pengaduan ini ke pimpinan DPP LSM LPPAS RI di Medan, yang mana nantinya mereka akan memantau perkembangan surat kita ini di Mapoldasu", ungkapnya.

Seperti diketahui, Desa Bangun Rejo telah mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) 2019 senilai Rp143.839.000,  untuk pengerasan jalan sepanjang 1 Km, di dusun Aek Sordang.

Namun, dari pantauan wartawan dilokas, pengerasan jalan yang berbatasan dengan persulukan di dusun tersebut tidak terlihat aktipitas pekerjaan jalan tersebut.

Sementara,  Kepala Desa MK Pasaribu saat ditanya wartawan perihal itu mengakui dana tersebut telah dikembalikan ke Kas Desa sekitar Rp 43 juta.

Setelah ditelusuri melalui Dinas PMD Labura, ternyata  Dana yang dikembalikan Kepala Desa Bangun Rejo  dana SILPA ( sisa lebih pengguna anggaran) Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp: 41.490.275 . Dana yang dikembalikan diluar dari Dana Desa (DD) 2019.(ds/ E.Sipahutar )
Share:
Komentar

Berita Terkini