Tuntut Dikerjakan Kembali, Ratusan Pekerja PT Jui Shin Gelar Aksi Demo

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Kembali ratusan pekerja PT Jui Shin Indonesia yang di PHK pihak perusahaan menggelar aksi demo di depan perusahaan yang berada di Jalan Pulau Pini, KIM II,Desa Saentis, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Kamis (2/7/2020) sekitar pukul 11.00 wib.

Terlihat, ratusan pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) sebelum melakukan orasi, para pekerja terlebih dahulu berjalan kaki menujuh ke PT. Jui Shin Indonesia.

Sesampainya di depan pabrik dengan membuka baju, dan membawa bendera merah putih para pekerja berteriak meminta dipekerjakan kembali. Mereka menilai, apa yang dilakukan piha PT. Jui Shin memecat sebelah pihak adalah tindakan zolim.
Aspen Manurung Ketua FSPMI unit PT Jui Shin Indonesia kepada wartawan mengatakan, pihaknya akan terus berjuang menuntut hak - hak pekerja yang di PHK.

"Kami minta pekerjakan kembali karyawan yang di PHK,  kalau tidak dipekerjakan kembali bayar pesangon sesuai undang - undang ketenagakerjaan no 13 tahun 2003 dan tolak mutasi terhadap 9 orang supir langsir dan operator forklep dibawah naungan ACMI," ucapnya.

Lanjut Aspen, apa yang dilakukan pekerja adalah sebagai bentuk menuntut hak - haknya yang dihapus pihak perusahaan.

"Kami menuntut uang kerajinan yang selama ini ada kenapa harus dihapuskan, karena itu hak para pekerja. Kami bekerja tanpa istirahat, makan siang sambil bekerja jadi kenapa saat kami menuntut hak, kami malah dipecat sepihak tanpa ada putusan Pengadilan Hubungan Industri (PHI)," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Aspen Manurung mengatakan akan terus melakukan unjuk rasa sampai tuntutan mereka dipenuhi.

"Saya dan rekan - rekan akan terus unjuk rasa, sampai tuntutan kita dipenuhi. Bila perlu kita akan aksi sebulan penuh," tegasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Aksi demo yang digelar ratusan karyawan PT. Jui Shin Indonesia ini buntut dari pemecatan 197 karyawan yang menggelar aksi beberapa bulan lalu, yang menuntut dikembalikannya upah kerajinan para pekerja.

Dalam aksi tersebut, pihak kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan dan Polsek Medan Labuhan melakukan pengawalan jalannya aksi. (Heri)
Share:
Komentar

Berita Terkini