Terkait Proyek Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid-19, Sekda : Nanti Saya Hubungi Beliau Supaya Lebih Terbuka

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Terkait pemberitaan tentang proyek tempat persinggahan penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19) pada pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu, Dinas kepemudaan dan olah raga, kebudayaan dan Parawisata dalam hal

Plt Kadispora sebagai orang utama di dinas tersebut ditunjuk langsung sebagai penanggung jawab atas pekerjaan itu terkesan tidak mau menjawab konfirmasi wartawan, menyoal proyek Bantuan Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan pencegahan penyebaran Virus Corona.

Sangat disayangkan, Plt Kadispora Kabupaten Labuhanbatu Hobol Zulkifli Rangkuti dalam hal ini ketika disinggung menyoal pemberitaan pronyek Covid 19 yang menelan dana sebesar Rp.505.400,000,00 terkesan menghindar atas pertanyaan yang dilontarkan wartawan media ini padanya.

"Naek kan aja beritanya terus, gak papa, cocok. Gak perlu lagi, ambil aja, berita apa, konfirmasi apa. Saya gak bisa komen, itu lagi dalam audit," ucap Hobol dengan nada tinggi Senin (13/07/20) sekira pukul 17:56 wib lewat telpon dengan nomor 0822 4445 6XXX menjawab dailysatu.com.

Menanggapi hal itu, Seketaris daerah (Sekda) Kabupaten Labuhanbatu Ahmad Muflih ketika diminta tanggapannya dalam hal tertutup nya informasi menyoal proyek BTT Covid-19 tersebut menya yang kan ketidak terbukaan yang dilakukan oleh Plt Kadispora Zulkifli Hobol Rangkuti.

"Mungkin mics komunikasi aja pak. Nanti saya hubungi beliau supaya lebih terbuka, tujuannya yang baik kok. Apa yang mesti kita sembunyi-sembunyikan, ia kan," ucap Ahmad Muflih selaku Sekdakab Labuhanbatu ketika diminta tanggapannya Senin (27/07/20) sekira pukul 15:01 wib melalui telpon dengan nomor 0812 6007 7XXX.

Lebih lanjut Muflih menjelaskan, harusnya itu dipublikasikan karenan itu salah satu persiapan yang dilakukan oleh Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu untuk penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19).

"Ia, itu kita persiapkan untuk penampungan penanganan pencegahan penyebaran covid-19 ketika ada yang ingin dikarantina kan. Ini kan rawan kita, kita kan tidak tahu kapan itu ada.

Jangan dirumah sakit kita limpahkan, kan kasian dengan pasien-pasien umum lainnya. Makanya kita sterilkan tempat karantina di wisma atlit yang direhab" Jelasnya.

Terpisah, diberitakan sebelumnya, ketika ditemui salah satu toko yang ada di jalan ringo-ringo membenarkan bahwa Springbed atau tempat tidur tersebut benar dari toko itu.

"Benar Bg, Springbed atau tempat tidur yang diantar ke tempat Wisma Atlit itu dari sini, kemaren diantar 3 (tiga) besoknya diantar 3 (tiga) lagi" ungkap salah satu karyawan toko itu Selasa (14/07/20) sekira pukul 09:33 wib di tempatnya kerja.

Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang diperuntukkan untuk tempat persingahan penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid 19) telah berahir, namun, kebutuhan tempat pencegahan covid 19 belum juga selesai. Proyek yang menghabiskan dana sebesar 505.400.000,00 diantaranya adalah

Rehab Mess Atlit, Pemasangan Instalasi Air, Pemasangan Instalasi Listrik, Belanja dan Pemasangan AC serta Pengadaan Mobiler dan jasa lainnya yang dikerjakan oleh CV. Kasika Maju pada tanggal 20 April sampai dengan 18 Juni 2020 diduga pekerjaannya tidak sesuai seperti waktu yang ada dalam kontrak kerja.

Seperti pemberitaan sebelumnya pada Rabu (08/07/20) siang dilokasi gedung tempat penanganan pencegahan penyebaran Covid 19 masi terlihat pemasangan tiga springbed tempat tidur yang diantar langsung anggota salah satu toko berada dirantauprapat ke lokasi proyek itu.

"Springbed ini dari salah satu toko di ringo-ringo, kita hanya ngantar pesanan Bg, ada 6 springbed yang di pesan. Tapi, ini baru 3 (tiga). Sisa barangnya belum datang Bg, Nanti kalau sudah datang baru kita antar lagi," Ucapnya sembari mengatakan alamat toko Springbed dimana tempatnya kerja Rabu (08/07/20) Siang.

Bukan hanya itu, proyek gedung untuk persingahan penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid 19) kurang lebih ada 14 kamar, Diantara 14 kamar tersebut pantauan dailysatu dilokasi berbeda, 5 (lima) kamar hanya memiliki tempat tidur 1 (satu) bertingkat sedangkan 9 (sembilan) kamar lagi memiliki tempat tidur 2 (dua) masing-masing bertingkat. (ds/Zulharahap)
Share:
Komentar

Berita Terkini