Sering Timbulkan Kemacetan, Warga Harap Titi Merah Marelan Diperbesar

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Meningkatnya volume kendaraan di Kota Medan ini membuat sejumlah jalan, baik jalan protol maupun jalan alternatif menjadi macet bila menjelang pergi dan pulang kerja.

Hal ini juga yang terjadi di Jalan Pasar 1 Rel, Kelurahan Tanah 600, Kec. Medan Marelan. Lantaran makin banyaknya kendaraan membuat sejumlah jalan alternatif ini semakin macet.

Ditambah lagi, Jembatan Titi Merah yang berada di jalan tersebut hanya memiliki lebar kurang lebih 3 meter. Sehingga, kendaraan roda empat atau lebih harus bergantian melalui jembatan tersebut.

Indra warga sekitar saat ditemui wartawan mengatakan, Jembatan Titi Merah ini sudah terlalu kecil untuk dilalui kendaraan roda empat atau lebih.

"Saat ini jalan pasar 1 ril ini menjadi salah satu jalan alternatif yang menghubungkan dua kecamatan dan beberapa wilayah, jadi tak heran bila pagi dan sore hari jalan ini menjadi ramai dan macet dilalui pengendara," ucapnya.

Lanjut Indra, warga sudah perna mengajuhkan permohon pelebaran jembatan agar memudahkan para pengendara yang melintas.

"Masyarakat sudah pernah mengajukan pelebaran jembatan dan juga pengorekan parit merah ini kepada pihak kelurahan dan kecamatan, namun kita belum tahu gimana kelanjutannya," jelasanya.

Dalam kesempatan ini, Indra berharap Pemko Medan dapat segera memperlebar Jembatan Merah ini dan juga melakukan pengorekan parit merah.

"Saya cuman berharap Pemko Medan segera memperlebar Jembatan Merah ini sehingga pengguna jalan bisa nyaman, dan juga saya berharap parit merah ini juga dilakukan normalisasi. Karena bila hujan tiba tak jarang pemukiman warga banjir, lantaran telah dangkalnya parit tersebut," harapnya.

Sementara itu, Sekcam Medan Marelan Suhardi yang dihubungi wartawan mengatakan kalau pelebaran Jembatan Merah dan normalisasi parit sudah diajukan ke Pemko Medan.

"Surat pengajuan sudah kita layangkan sejak lima tahun yang lalu ke Dinas PU Medan, namun hingga saat ini belum terealisasi. Kita hanya bisa mengajukan dan menunggu hasilnya aja pak," ucapnya singkat.(Heri)
Share:
Komentar

Berita Terkini