Kontrak Proyek BTT Lebih Rp.500 Juta Telah Habis, Kebutuhan Tempat Penanganan Pencegahan Penyebaran Covid 19 Belum Juga Selesai

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang diperuntukkan untuk tempat persingahan penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid 19) telah berahir, namun kebutuhan tempat pencegahan covid 19 belum juga selesai.

Proyek yang menghabiskan dana sebesar 505.400.000,00 diantaranya adalah Rehab Mess Atlit, Pemasangan Instalasi Air, Pemasangan Instalasi Listrik, Belanja dan Pemasangan AC serta Pengadaan Mobiler dan jasa lainnya yang dikerjakan oleh CV. Kasika Maju pada tanggal 20 April sampai dengan 18 Juni 2020 diduga pekerjaannya tidak sesuai seperti waktu yang ada dalam kontrak kerja.

Seperti pemberitaan sebelumnya pada, Rabu (08/07/20) siang dilokasi gedung tempat penanganan pencegahan penyebaran Covid 19 masi terlihat pemasangan tiga springbed tempat tidur yang diantar langsung anggota salah satu toko berada dirantauprapat ke lokasi proyek itu.
"Springbed ini dari salah satu toko di ringo-ringo, kita hanya ngantar pesanan Bg, ada 6 springbed yang di pesan. Tapi, ini baru 3 (tiga). Sisa barangnya belum datang Bg, Nanti kalau sudah datang baru kita antar lagi," Ucapnya sembari mengatakan alamat toko Springbed dimana tempatnya kerja, Rabu (08/07/20) Siang.

Bukan hanya itu, proyek gedung untuk persingahan penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid 19) kurang lebih ada 14 kamar, Diantara 14 kamar tersebut pantauan dailysatu dilokasi berbeda, 5 (lima) kamar hanya memiliki tempat tidur 1 (satu) bertingkat sedangkan 9 (sembilan) kamar lagi memiliki tempat tidur 2 (dua) masing-masing bertingkat.

Diberitakan sebelumnya, Plt Kadispora Hobol Zulkifli Rangkuti ketika dikonfirmasi via telpn pribadinya dengan nomor 0822 4445 6XXX terkesan tidak mau manjawab wartawan, menyoal proyek penanganan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid 19)
"Apa kira-kira, ia. Dikonfirmasi aja Inspektorat, tanyak aja Inspektorat" Ucap Hobol dengan singkat.

Sementara itu, Ulpian selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) juga belum bisa menjawab wartawan terkait proyek tersebut dengan jelas.

"Menyoal anggarannya saya tidak ingat pasti, kalau saya tidak salah ya Rp.500 juta lebih. Tapi, kalau detailnya saya tidak tau pasti, karena datanya ada dikantor dan perusahaannya pun saya tidak ingat apa namanya," ucap Ulpian. (ds/Zulharahap)
Share:
Komentar

Berita Terkini