Kecewa Hasil PPDB di SMAN 1 Pollung, Warga Ria-ria Akan Lakukan Aksi Damai

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
Teks foto : SMAN 1 Pollung Kabupaten Humbahas
dailysatu.com - Puluhan siswa yang berasal dari SMP Negeri 3 Desa Ria Ria Kecamatan Pollung tidak lolos pada Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) di SMAN 1 Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) tahun ajaran 2020.

Akibatnya, sejumlah orang tua siswa Desa Ria-Ria Kecamatan Pollung kecewa hingga mendatangi Kepala Sekolah SMAN 1 Pollung Alberth Banjarnahor di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Adapun tuntutan dari sejumlah warga Desa Ria-Ria itu, untuk mempertanyakan langsung kepada Kepala Kekolah SMAN 1 Pollung alasan tidak menerima puluhan siswa/siswi yang berasal dari SMPN 3 Pollung di sekolahnya. Padahal, berdasarkan zonasi, tamatan dari SMPN 3 Pollung haruanya diterima di SMAN 1 Pollung.

Kepada wartawan, Boy Siregar  selaku warga Desa Ria-Ria mengatakan, masyarakat Desa Ria-ria sangat dirugikan akibat puluhan siswa yang berasal dari desanya itu tidak lolos  pada pendaftaran penerimaan didik baru di SMAN 1 Pollung dengan alasan dari pihak sekolah kuota sudah terpenuhi, baik dari sistem zonasi dan prestasi.

Menurut pengakuan sejumlah warga Desa Ria-Ria, penerimaan didik baru diduga ada manipulasi data pada pendaftaran penerimaan siswa di SMAN 1 Pollung dengan memperoleh surat keterangan  domisili yang dikeluarkan oleh Kepala Desa atau yang berwenang, agar anak didik baru yang mendaftar dengan surat domisili tersebut dapat lolos.

Curiga surat keterangan domisili itu tidak di buat dengan yang sebenarnya, warga meminta kepada Kepala Sekolah SMA N 1 Pollung agar memberikan daftar anak didik baru yang lolos menggunakan surat keterangan berdomisili dengan tujuan untuk memastikan apakah memang benar surat domisili itu sesuai dengan tempat tinggalnya dan asal sekolahnya. Dimana sesuai aturan, surat domisili di keluarkan minimal setelah tinggal satu tahun.

"ini akan kita cek, benar tidak surat domisilinya, kalau memang surat domisili itu tidak sesuai dengan faktanya, apa nanti sanksinya, di sini menurut kami ada permainan, bayangkan saja, kenapa surat domisili lebih diprioritaskan daripada Kartu Keluarga (KK). Bisa saja surat domisili itu tidak sesuai dengan yang sebenarnya, makanya tadi kami minta kepada kepala sekolah daftar anak didik yang pakai surat keterangan domisili, tapi kepseknya tidak bersedia memberikan datanya, ini yang perlu ditelusuri dan harus kami buktikan, kita curiga ada permainan terkait surat domisili ini," ungkap sejumlah warga.

Diakui warga, ada sebanyak 30 orang lebih tamatan dari SMPN dari desanya tidak lolos, padahal, dari desa yang lebih jauh banyak yang lolos.

Tidak hanya mendatangi SMAN 1 Pollung, warga Desa Ria-Ria berencana akan mendatangi Kantor UPT Pendidikan SMA/SMK yang berada di Kecamatan Lintongnihuta dengan jumlah warga yang lebih banyak untuk mempertanyakan hal itu.

Menanggapi itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Pollung Alberth banjarnahor kepada wartawan mengatakan, untuk kuota penerimaan siswa di sekolahnya tahun 2020 sebanyak 228 orang dan sudah memenuhi kuota. Dimana berdasarkan zonasi sekitar 70,56 %, dan dirinya juga membenarkan, bahwa sejumlah siswa yang berasal dari SMPN 3 Pollung tidak di terima akibat kuota sudah terpenuhi.

Disinggung terkait kebenaran surat domisili siswa yang ditunjukkan saat pendaftaran, pihaknya mengaku hanya sebatas menerima, dan bukan urusan dari pihak sekolah

"itu kami akui, ada beberapa siswa yang mendaftar melalui surat keterangan domisili dari Kepala Desa, benar atau tidak surat keterangan tersebut, itu bukan urusan kami, kami hanya tinggal menerima dan di kirim sewaktu pendaftaran, itu saja," katanya.

Diketahui, ada empat jalur dalam penerimaan PPDB yaitu afirmasi, zonasi, perpindahan tugas orang tua/wali dan jalur prestasi.(ds/carlos)
Share:
Komentar

Berita Terkini