Dugaan Proyek Fiktif Dana Desa Bangun Rejo, Pihak Inspektorat Labura Jangan Tutup Mata

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Adanya dugaan proyek fiktif memakai Dana Desa (DD) anggaran 2019  di Desa Bangun Rejo, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mendapat tanggapan dari berbagai kalangan LSM.

Mereka  berharap proyek piktif tersebut segera di usut dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"Perilaku itu jelas- jelas tindakan korupsi,  Inspektorat Labura jangan tutup mata, lakukan tindakan untuk segera melaporkan Kepala Desa ke  pihak penegak hukum", hal itu ditegaskan Ketua DPC LSM LPPAS- RI Labura H. Sipahutar, Minggu (19/7/2020)  kepada wartawan.

Selain itu, ia juga meminta aparat penegak hukum untuk turun ke lokasi proyek diduga  fiktip di dusun Aek Sordang, Desa Bangun Rejo, Kecamatan NA IX-X.

Dijelaskannya, jika ditemukan proyek piktif, segera laporkan ke.pihak penegak hukum untuk diusut dan di pertanggung jawabkan.

"Seharusnya dengan ada nya pemberitaan media, pihak penegak hukum sudah bisa memanggilnya", jelasnya.

Perlu diketahui, Desa Bangun Rejo telah mengalokasikan anggaran Dana Desa (DD) 2019 senilai Rp
Rp143.839.000,-  untuk pengerasan jalan sepanjang 1 Km, di dusun Aek Sordang.

Namun, dari pantauan wartawan dilokas, pengerasan jalan yang berbatasan dengan persulukan di dusun tersebut tidak ada pekerjaan nya, bahkan dari sumber didusun itu menyebutkan pihak Inspektorat Labura juga sudah turun ke lokasi.

"Untuk itu kita ingatkan agar Inspektorat jangan diam, lakukan tindakan hukum terhadap Kepala Desa," tegas Ketua LSM LPPAS RI Labura H. Sipahutar.SE.

Sebelumnya, Kepala Desa MK Pasaribu saat ditanya wartawan mengakui dana tersebut telah dikembalikan ke Kas Desa.( Ewins Sip)
Share:
Komentar

Berita Terkini