Diduga Dana Pemeliharaan Diselewengkan, Kanpus PTPN IV Diminta Evaluasi Kinerja Kebun Tonduhan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com -
Anggaran pemeliharaan tanaman pada perkebunan sawit ditujukan untuk menciptakan agar kondisi lingkungan tumbuh optimal bagi tercapainya produksi maksimal tanaman yang dibudidayakan. 

Selain melakukan tindakan pemeliharaan kelapa sawit dengan cara melakukan penyiangan pada semua jenis gulma pengganggu, juga melakukan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit serta penataan tajuk.

Dilakukannya perawatan sejak awal bagi tanaman belum menghasilkan atau TBM, adalah untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam dan berproduksi tinggi. Demikian juga perawatan bagi tanaman menghasilkan atau TM, dimaksudkan agar bisa menghasilkan kelapa sawit produktivitas maksimal dengan biaya produksi yang serendah mungkin.
Sehingga nantinya seluruh biaya perawatan serta pengelolaan akan tertutupi oleh produktivitas sampai tanaman tersebut direplanting.

Namun sepertinya hal tersebut tidak diindahkan manajemen PTPN IV Unit Kebun Tonduhan, Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun diduga abaikan standard operasional perusahaan (SOP) tentang perawatan dan pengelolaan tanaman menghasilkan (TM) kelapa sawit afdeling I dan II.

Amatan di lapangan, Selasa (28/7/2020), pada areal tanaman menghasilkan afdeling I dan II, perlakuan membasmi gulma jenis pengganggu tanaman utama dilakukan dengan cara penyiangan. Namun, hasilnya tampak tidak sesuai dengan SOP perusahaan. Gulma jenis pengganggu yang tumbuh pada areal tersebut terlihat tumbuh subur di pasar panen, gawangan dan piringan sawit dan terlihat melambai-lambai saat diterpa angin.

Seorang warga Nagori Tonduhan yang tinggalnya sekitaran Afd I yang minta namanya tidak disebut mengatakan bahwa, pihak Kantor Pusat (Kanpus) dalam hal ini Dirut PTPN IV diminta segera mengaudit dan melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran perawatan yang telah digelontorkan di Kebun Tonduhan.

“Dirut PTPN IV sudah saatnya mengambil sikap tegas, untuk mengusut realisasi anggaran perawatan kebun. Jika dibiarkan produksi kebun bisa anjlok,” ujarnya sembari mengatakan bahwa jika anggaran perawatan tersebut direalisasikan maka kondisi kebun tidak ditumbuhi tanaman lain yang dapat menghambat produksi perkebunan sawit.

Sementara itu, Manajer PTPN IV Kebun Tonduhan, hingga berita ini dilansir ke redaksi belum berhasil dikonfirmasi, karena sepertinya tidak bersedia mengangkat teleponnya saat dihubungi padahal terdengar sedang aktif. (ES)
Share:
Komentar

Berita Terkini