Aksi Ricuh di Madina, AKBP Horas Imbau AW dan MG Mau Menyerahkan Diri

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Terkait unjuk rasa blokade jalan berujung ricuh dan terjadinya pembakaran kendaraan di Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Kab. Mandailing Natal (Madina) pada, Senin (29/6/2020) kemarin, polisi sudah mengamankan 11 orang terduga pelaku.

Tiga orang sudah ditetapkan tersangka dan 8 orang lainnya masih didalami keterlibatannya. Selain 11 orang tersebut, polisi menyebut masih ada kemungkinan penambahan tersangka yang saat ini masih dalam pencarian.

“11 orang diamankan, 3 orang diantaranya sudah tersangka. Masih ada dalam pencarian,” kata Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi kepada media,Jumat (3/7/2020).

Kapolres menyarankan agar oknum yang diduga sebagai pelaku maupun perusuh dalam aksi pengerusakan maupun pembakaran, mau menyerahkan diri guna mempermudah proses penyelesaian kericuhan tersebut. Sebab menurut Horas kemungkinan masih ada penambahan tersangka dalam aksi tersebut.

“Kita menyarankan supaya mau menyerahkan diri, ada inisial AW dan MG. Kita sudah menyarankan mereka, saya sudah sampaikan ke mereka langsung, adinda baiknya menyerahkan diri saja, datang ke Polres, biar prosesnya lebih mudah,” pesan AKBP Horas.

Di samping itu, AKBP Horas Tua Silalahi meluruskan terkait adanya kabar polisi melakukan penyisiran di Desa Mompang Julu untuk mencari para pelaku. "AKBP Horas membantah polisi melakukan penyisiran, melainkan adalah penangkapan dan penjemputan.Saya perlu luruskan bahwa personel kita tidak ada melakukan penyisiran. Yang ada hanyalah penangkapan lalu dijemput. Kalau pun disana ada personel Brimob, itu hanya patroli. Bukan melakukan penyisiran. Karena kita tidak menginginkan ada penyisiran, kasihan disana banyak anak-anak, pasti terganggu kejiwaannya," terang Horas.(Rudi Faisal)
Share:
Komentar

Berita Terkini