Akhyar Didukung Parpol Lain, Pengamat : PDIP Mesti Bangga & Berterima Kasih

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Dalam kancah perpolitikan, termasuk politik di ranah pilkada apa pun bisa terjadi.  Termasuk kader murni tidak mendapat dukungan dari partai sendiri. Seperti yang dialami Akhyar Nasution di Pilkada Medan tahun ini.

Dari aspek hukum atau ketentuan peraturan, tak ada yang salah di sana. Tidak ada undang-undang atau peraturan yang dilanggar. Hanya saja, masalahnya ada pada etika atau aspek kewajaran.

"Akan banyak yang beranggapan apa yang dialami Akhyar yang  tidak mendapat dukungan dari partainya sendiri adalah sesuatu yang tak wajar. Tapi sekali lagi, ini politik, apa pun bisa terjadi," ungkap pengamat politik dan pemerintahan Sumut, Dr. arifin Saleh, MSP, kepada wartawan, Senin (20/7).

Tapi di sisi lain kata Arifin, PDIP sendiri sudah layak berterima kasih karena masih ada partai politik yang bersedia mendukung dan mengusung kadernya untuk maju di Pilkada Medan. Publik sebenarnya sudah paham kalau PDIP mengalami dilema dalam Pilkada Medan, menyusul mau majunya Bobby Nasution sebagai bakal calon wali kota.

Dilemanya sebut Arifin, kalau mengusung Akhyar tentu saja akan mengabaikan Bobby yang notabene adalah menantunya Presiden Joko Widodo yang didukung PDIP. Jika mengusung Bobby, tentu saja akan meninggalkan Akhyar Nasution yang selama ini dikenal sebagai kader murni dan loyal ke partai.  Publik paham dengan kondisi sulit yang dialami PDIP ini.

"Ditengah kondisi dilematis seperti ini, ternyata ada parpol lain yang justru bersedia memberi dukungan, makanya PDIP harus berterima kasih karena kadernya masih mendapat tempat di mata parpol lain. Tak elok lagi jika memberi berbagai argument yang menyudutkan Akhyar. Tak perlu juga jika menyalah-nyalahkan manuver dan gerakan-gerakan Akhyar, sebab Akhyar akan berupaya semampu mungkin untuk ikut bertarung, apalagi dia sekarang sebagai petahana. Nah, ketika dia mendapatkan dukungan dari partai lain, PDIP harus bangga dan berterima kasih," papar Dekan FISIP UMSU ini.

Dia menybutkan, Akhyar juga jangan sampai mendapat label negatif atau dicap sebagai pengkhianat . Sebab, bukan keinginan dia untuk tidak didukung partainya sendiri.

"Kalau mau buka-bukaan, Dia pasti akan jujur lebih senang didukung partainya sendiri. Tapi, karena dukungan itu belum muncul dan di sisi lain partai politik lainnya sudah memberi dukungan sudah tentu kesempatan ini akan diambil," pungkasnya.(ds/lilik)
Share:
Komentar

Berita Terkini