Viral di Medsos, DPRD Gunungsitoli Wacanakan Panggil Medianus Zebua

Dibaca:
Editor: Romi Syah author photo

dailysatu.com - Komisi l DPRD Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, akan memanggil Kabid Trantibum Satpol-PP, Medianus Zebua. Pemanggilan diwacanakan melalui Rapat Dengan Pendapat (RDP) yang digelar dalam Minggu ini.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi l DPRD Kota Gunungsitoli, Adam Ceria Dachi SE, Selasa (16/6/2020). Menurut dia, sikap arogan Medianus terhadap pedagang di Jalan Sudirman sangat tidak berperikemanusiaan.

"Ini keterlaluan. Silahkan tertibkan mereka namun jangan sampai merendahkan harkat dan martabatnya, save hak azasi manusia. Saya sudah berkomunikasi dengan Ketua Komisi l, kami akan memanggil bersangkutan," ujar politisi Partai Perindo tersebut.

Sejalan dengan Adam, Anggota Komisi l DPRD Kota Gunungsitoli, Firman Zebua SH, berpendapat tindakan yang dilakukan Medianus diluar batas kewajaran.

Dikatakan Firman, seharusnya dalam menertibkan pedagang kaki lima (PKL) Satpol-PP Kota Gunungsitoli bisa lebih mengedepankan cara persuasif dan humanis tidak dengan semena-mena.

"Kami sangat menyesalkan tindakan arogan oknum Satpol-PP itu. Karena bagaimanapun, PKL juga merupakan masyarakat yang mencari hidup dengan berjualan. Kami berharap, kejadian serupa tidak terulang", kata Firman.

Untuk diketahui, sebelumnya di media sosial facebook, Selasa (16/6/2020), vidio amatir penertiban PKL di Jalan Sudirman, Kelurahan Pasar, Kecamatan Gunungsitoli yang dilakukan Satpol-PP mendadak viral.

Bagaimana tidak, dua vidio berdurasi 00:30 tersebut mempertontonkan sikap arogansi sejumlah petugas Satpol-PP Kota Gunungsitoli terhadap PKL.

Dalam vidio, terlihat petugas Satpol-PP yang salah satu diantaranya adalah Medianus menertibkan PKL dengan mengeluarkan makian bernada kasar.

Selain itu, dalam vidio juga terlihat bagaimana petugas mencampakkan sembari menendangi barang dagangan milik PKL. Akibatnya, kedua vidio tersebut kini viral dan mendapat banyak kecaman dari netizen. (ds/Ris)
Share:
Komentar

Berita Terkini