Pilkada Serentak Ujian Konsistensi Berdemokrasi Bagi Indonesia

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Penyelenggaraan Pilkada Serentak 9 Desember 2020 mendatang dapat dikatakan sebagai sebuah ujian konsistensi berdemokrasi bagi Indonesia, yakni ujian untuk tidak cepat menyerah dan tetap menjalankan pemilihan umum di tengah krisis Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhir.

Indonesia perlu membuktikan diri sebagai bangsa yang kuat, seperti Korea Selatan yang tetap melaksanakan pemilu walaupun di tengah perang maupun di tengah pandemi Covid- 19.

"Korea Selatan adalah negara yang tetap melaksanakan pesta demokrasinya di masa puncak pandemi. Negara yang sangat konsisten berdemokrasi. Dalam perang pun melaksanakan pemilu. Ini menunjukkan spirit sebuah negara berdemokrasi. Ini baik sebagai contoh bagi Indonesia. Kita tetap memperjuangkan demokrasi dengan mengedepankan keselamatan dan kesehatan warga negara," kata Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik dalam webinar bertajuk "Pilkada Aman COVID-19 dan Demokratis," yang diselenggarakan oleh Kemendagri dan PB IDI, Selasa, (9/6).

Selain Dirjen Otda, pembicara pada webinar ini antara lain Stafsus Menteri Dalam Negeri Kastorius Sinaga, Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih, Wakil Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto SH, Ketua Bidang Organisasi PB IDI Ramlan Sitompul, dan Wakil Sekjen PB IDI Fery Rahman.

Dirjen Otda mengatakan kemarin Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengundang Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia untuk berdiskusi dan mempelajari keberhasilan negara itu melaksanakan pemilu di tengah pandemi COVID-19. Dari pertemuan tersebut, menurut dia, Mendagri sangat terkesan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keputusan pemerintah bersama dengan DPR dan Komisi Pemilihan Umum untuk melaksanakan Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020, sudah melalui pertimbangan yang matang. Ia mengatakan agenda pilkada seyogiyanya dilaksanakan pada 23 September 2020. Namun, pada 31 Maret KPU secara sepihak menunda beberapa tahapan pilkada  karena pandemi COVID-19.

"Kami dapat memahami keputusan KPU, yaitu karena adanya kejadian luar biasa yaitu pandemi COVID-19. Dan menyikapi keputusan KPU ini, bersama dengan DPR Komisi II, sudah beberapa kali rapat untuk mempertimbangkan yang kemudian melahirkan Perppu No 2 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pilkada Serentak pada 9 Desember," kata Dirjen Otda.

Selanjutnya, ia mengatakan, karena terkait dengan bencana nonalam  COVID-19, telah diadakan  beberapa kali diskusi dengan Gugus Tugas COVID-19. Dari pembahasan tersebut, Gugus Tugas COVID-19  memberikan ruang bagi pelaksanaan  pilkada dengan protokol kesehatan yang ketat.
Menurut Dirjen Otda, Pilkada Serentak 9 Desember 2020 merupakan pengalaman pertama bagi Indonesia sejak merdeka melaksanakan pencoblosan di tengah pandemi.

"Belajar dari berbagai negara di dunia, ada 65 pemerintahan yang menunda pemilu, tetapi ada juga negara yang menunjukkan spirit luar biasa. Mereka  membangun demokrasinya dalam keadaan berat. Pilkada 9 Desember 2020 ini nanti dapat menjadi  sebuah legacy bagi negara ini, bahwa kita bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak menyerah dalam kondisi apa pun," kata Dirjen Otda.

Alasan lain dari urgensi pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020, menurut dia, adalah demi efektifitas pemerintahan di daerah.  Dikatakannya, jika pilkada tidak dilaksanakan tahun ini, sebanyak 224 daerah yang termasuk dalam 270 daerah  yang melaksanakan Pilkada Serentak pada 9 Desember, akan  mengalami kekosongan kepemimpinan pada 17 Februari 2021 karena masa jabatan kepala daerahnya berakhir. Artinya akan ada kekosongan massal akan kepemimpinan yang definitif.

"Kepemimpinan yang definitif dan legitimate saja belum dapat bekerja optimal. Apalagi ketika daerahnya dipimpin Plt. Yang kewenangannya relatif terbatas. Padahal, diperlukan  pemimpin daerah yang siap bertarung menghadapi COVID-19 dan mendapat legitimasi masyarakat. Sehingga nanti pada bulan Maet 2021, kita sudah memiliki pemimpin daerah yang legitimate. Mereka yang akan bersama masyarakat melawan COVID-19," kata dia. (ds/ril)
Share:
Komentar

Berita Terkini