Penyeludupan 40 Kg Sabu Dari Penang Digagalkan, 6 Tersangka Diamankan

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama BNNP Sumut, Kanwil Bea Cukai (BC) Aceh, Kanwil BC Sumut, BNNK Pidie Jaya, BNNK Pidie, dan KPPBC Lhokseumaweh berhasil menyita 40 Kg Narkoba jenis Sabu-sabu yang berasal dari jaringan internasional, Sabtu (29/6/2020) kemarin.

Dari penyitaan tersebut, BNN turut mengamankan 6 tersangka yakni, MF, MR, BW, AM, RZ dan MRU di sejumlah tempat di Kota Medan dan di Kabupaten Bireun, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Kepala Deputi Penindakan BNN, Irjen Pol Arman Depari, saat memaparkan penangkapan itu kepada wartawan, Senin (29/6), mengatakan, jika 40 Kg Sabu-sabu itu berasal dari Penang, Malaysia.

"Sabtu lalu kita berhasil melakukan penyitaan dan penangkapan 40 kg sabu dari Penang, Malaysia. Masuk ke daerah Aceh, tepatnya di Kuala Bireun,dan dibawa ke Medan," jelas Arman.
"Di Medan, kemudian dijeput oleh orang yang diutus oleh sindikat lain dari Surabaya. Ada 6 orang yang kita tangkap, 2 di Medan, di KM 14 Jalan Binjai-Medan, 2 di Bireun dan 2 lagi di sebuah pusat perbelanjaan yang harusnya dijeput untuk dibawa ke Surabaya," sambungnya.

Diungkapkannya, para tersangka ternyata bukan kali ini saja mencoba menyeludupkan narkoba di Indonesia. Beberapa hari sebelumnya, para tersangka juga mencoba menyeludupkan Sabu-sabu sebanyak 165 Kg ke Indonesia.

"Namun waktu itu, karena kepergok patroli kita, mereka sempat membuang narkoba yang dibawa ke tengah laut. Karna itu gagal, mereka kembali berusaha utk menyeludupkan narkoka dari luar negeri ke Indonesia," ungkapnya.

Terhadap para pelaku dan barang bukti yang di temukan, kemudian diamankan ke Kantor BNN RI untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Selain itu, dengan diungkapkanya kasus ini, BNN berkoordinasi dengan aparat penegak hukum di Malaysia dalam pengembangan penyelidikan karena terindikasi sindikat yang menjadi pemasok narkoba tersebut berada di Penang-Malaysia, bernama CDR.

"Kepada para tersangka di kenakan Pasal 114 Ayat (2) Atau Pasal 112 Ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika,"tegas Arman.(ds/lilik)
Share:
Komentar

Berita Terkini