Pemko Medan Diminta Bentuk Tim Perumus untuk Pemberdayaan Masyarakat Ditengah Pandemi Covid 19

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai salah satu penopang perekonomian yang selalu dapat bersaing dalam situasi apapun. Terbukti pada saat krisis moneter yang terjadi pada 1998, UKM lah yang masih bisa bertahan tak tergerus oleh badai Krismon.

Begitu juga disaat badai Covid 19 yang sedang dialami oleh seluruh dunia saat ini, bukan tidak mungkin UKM juga akan tetap bertahan. Ungkapan itu disampaikan oleh salah seorang pemerhati sekaligus pelaku UKM di Kota Medan, BM Arafat, kepada wartawan, Senin (29/6/2020) di Medan.

" Jadi, saya sangat setuju dengan ulasan Pengamat Ekonomi asumut Gunawan Benjamin, yang dimuat di media online dailysatu.com, bahwa Pemko Medan harus segera membentuk tim perumus dari unsur akademis, perbankan, pelaku bisnis UKM dan online agar segera membentuk rumusan terkini untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di tengah  musibah covid 19. Saya sedikit sumbang saran soal bisnis online yang dilakoni oleh UKM semua pengguna smartphone dapat melakukannya tanpa terkecuali.

Misalnya kata dia, si Amat produksi obat herbal  sakit asam urat, dan si Badu produksi herbal asam lambung.  Mereka menjual secara online. Jangan heran kalau mereka berdua bisa sama sama berdagang kedua produk tersebut sekalipun mereka tdk saling kenal.

Padahal Arafat, baik si Amat dan si Badu hanya mengeluarkan modal produksi masing masing satu produk. Ketika 2 produk ini dilihat orang lain, maka orang lain pun ikut menjualkan secara online. Bukan saja di Medan, tapi bisa menjangkau wilayah nusantara, bahkan sampai ke negeri jiran.

" Dimana peran pemerintah disini?,  Soal Izin Edar yang masih tergolong tidak mudah. Salah satu contoh, saya dengan terpaksa memberikan hasil temuan saya formula membasmi jamur pada kulit paling ampuh dan (maaf) bukan bermaksud sombong, tapi cuma satu-satunya di Indonesia membuat formula tersebut lebih kuat dari obat lain. Namun sayang seribu sayang, saya terpaksa melepaskan produk asli anak Medan ke Jawa barat, karena pemerintah disana sangat support UKM," ungkapnya.

Menurutnya, mereka menjualnya sekarang sudah masuk ke wilayah Indonesia timur dan yang sangat menyedihkan, ada pula orang Medan beli obat tersebut. "pulang kampung formula tersebut," ucapnya sambil berkelakar.

" Hal semacam ini kita ingin minta pemerintah agar dapat memberi kita kemudahan perizinan edar dan tidak mempersulit saat proses perizinan. Jangan dikira pebisnis UKM punya duit seperti pemilik industri besar," tandasnya.

Dia juga menghimbau agar pihak akademisi rajin mensupport ilmu dan informasi bagi UKM agar mereka berkembang dan dapat mensejajarkan produk mereka dengan mitra lain yang ada di tanah air.

" Maka, apa yang diulas oleh gunawan benjamin semoga mendapat respon positif dari Pemko Medan, dan menjadi angin segar bagi UKM di Kota Medan," pungkasnya.(ds/lilik)
Share:
Komentar

Berita Terkini