Pelaku Pembuat Rapid Test Palsu Ditangkap Polres Tapteng

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) sedang menangani kasus pemalsuan dokumen surat keterangan (Suket) rapid test, yang dilakukan oknum ASN Pemkab Tapanuli Tengah inisial EWT (49) yang bertugas di RSUD Pandan, Tapteng, Sumut.

Menurut keterangan Kapolres Tapteng AKBP Nicolas Dedy Arifianto, SH.SIK.MH melalui Kasat Reskrim AKP.Sisworo mengatakan, bahwa oknum EWT sudah sempat mengeluarkan ratusan lembar suket yang diduga palsu kepada calon penumpang kapal tujuan Sibolga-Kepulauan Nias.

Kasat Reskrim mengungkapkan, awalnya, Senin (26/06/2020) ada seseorang atas nama Pius datang ke Klinik Yakin Sehat di Kelurahan Sibuluan, Kecamatan Sarudik, Tapteng tempat tersangka EWT bekerja.

“Orang itu menanyakan, apakah klinik tersebut bisa mengeluarkan suket rapid test. Karena klinik tersebut tidak bisa mengeluarkan rapid test, seketika timbul niat tersangka EWT untuk mengeluarkan surat keterangan palsu,”ungkap AKP Sisworo.

EWT yang juga bekerja di bagian laboratorium RSUD Pandan kemudian mencetak kop surat milik RSUD Pandan dan memalsukan tanda tangan dokter RSUD Pandan bagian laboratorium.

Modus kerjanya, EWT menyuruh seorang rekannya perawat inisial MAP (30) yang bekerja di Klinik Yakin Sehat untuk mengambil sampel darah calon penumpang kapal di rumah warga bernama Pius di Kota Sibolga.

Setelah darah diambil, lalu  diserahkan kepada EWT, kemudian EWT mengeluarkan Suket dan diserahkan kepada Pius.

Kemudian hari berikutnya, MAP kembali melakukan pengambilan sampel darah atas intruksi EWT kepada calon penumpang lain, tetapi bukan dirumah Pius lagi tetapi di rumah Ivan yang merupakan warga Sibolga juga.

“Awalnya tersangka mengeluarkan suket palsu, Senin (22/06/2020) dengan jumlah puluhan lembar.  Sejak hari itu sampai dengan hari Sabtu, EWT sudah mengeluarkan ratusan suket palsu kepada para calon penumpang yang hendak berangkat ke Pulau Nias,”sebut Sisworo.

Suket yang dikeluarkan EWT mulai hari senin-jumat lolos di Pelabuhan Sibolga dan penumpangnya sudah menyebrang ke Pulau Nias.  Akan tetapi Sabtu kemarin terjadi permasalahan yang menyebutkan suket tersebut palsu karena tidak tercantum register surat. Sehingga puluhan penumpang terbengkalai berangkat.

“Sebagian penumpang sudah ada yang berangkat menggunakan suket yang dikeluarkan tersangka. Hari Sabtu kemarin terjadi keributan di Pelabuhan Sibolga yang menyatakan suket tersebut palsu sebab tidak tercantum registernya,”kata AKP Sisworo.

Pengakuan tersangka EWT, semua pemeriksaan darah dilakukan di Klinik Yakin Sehat menggunakan rapid test yang dibelinya secara online seharga Rp160.000 -Rp 190000/unit.

“Sedangkan tarif untuk 1 suket dikenakan biaya Rp.200.000-Rp.250.000 perlembar. Jadi sudah ada ratusan suket yang dikeluarkan tersangka dan semuanya dikerjakan tersangka di Klinik Yakin Sehat.  Tersangka EWT mengaku menyesalinya perbuatannya. EWT juga mengakui bahwa niat untuk melakukan kejahatan itu atas kemauannya sendiri,”beber AKP Sisworo.

Ditambahkan Kasat, sejumlah alat bukti seperti computer, rapid test, surat keterangan, stempel dan jarum suntik untuk mengambil darah sudah kita sita.

Tersangka MAP mengakui bahwa ia sama sekali tidak mengetahui maksud pengambilan darah yang disuruh EWT, ia hanya nurut saja ketika EWT minta tolong. (ds/Allin)
Share:
Komentar

Berita Terkini