Pajak Usaha Penangkaran Sarang Burung Walet Dipertanyakan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Pajak usaha penangkaran sarang burung walet di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera utara dipertanyakan. Pasalnya, badan pendapatan daerah (Bapenda) saat dipertanyakan mengenai pajak penangkaran tersebut, pajaknya ditagih saat para pengusaha panen.

"Kita menarik semua pajak penangkaran sarang burung walet apabila pengusaha itu telah panen, kalau pengusahanya belum panen pajaknya tidak kita kutip," ucap Husni Ritonga Kepala bidang Badan Pendapatan Daerah saat dikonfirmasi wartawan media ini pada, Jum'at (05/06/20) sekira pukul 10:08 wib diruang kerjanya.

Lanjut Husni lagi, bagaimana kita mau menarik pajak dari pengusaha kalau pengusaha tersebut tidak pernah panen karena bibit burung walet itu sudah berkurang, berpindah tempat ditambah lagi belakangan ini pengusaha sering kemalingan sebelum panen.

"Boleh Abang cek ketempat penangkaran sarang burung walet sebagian tempat penangkaran itu tidak ada hasilnya lagi, karena, bibitnya sudah berkurang. Yang ada hanya suara musik tip aja, ada juga yang kemalingan sehingga tidak jadi panen,"elasnya.

Saat disinggung apakah pengusaha penangkaran walet melaporkan kepada Bapenda saat pengusaha itu panen Husni mengatakan pihaknya memiliki  datanya. "Datanya ada Bg," tutupnya.(ds/Zulharahap)
Share:
Komentar

Berita Terkini