Kota Solok Siap Memasuki Tantanan Baru, RT & RW Sangat di Butuhkan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Bertempat di E-Gov Monitoring Room Balaikota Solok, Minggu (7/6/2020) Wali Kota Solok Zul Elfian, mengikuti Video Conference (Vicon) terkait Penetapan Penerapan Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19 Provinsi Sumatera Barat,

Vicon tersebut menyimpulkan, 16 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Barat masuk ke Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19 mulai besok, Senin (8/6/2020). Kota Bukittinggi sudah terlebih dahulu memulai Tanggal 1 Juni 2020, sedangkan Kota Padang masih meminta waktu untuk persiapan sampai Tanggal 12 Juni 2020 dan Kabupaten Kepulauan Mentawai menunda sampai 21 Juni 2020.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, tatanan kehidupan baru produktif dan aman Covid-19 akan menjadi keniscayaan yang harus kita hadapi, baik cepat maupun lambat.

"Ketika Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19 , pastikan para pelakunya negatif Covid-19, seperti pariwisata, pasar, pendidikan, dan seluruh bidang lainnya," sebut Gubernur.

Gubenur meminta Kepala Daerah keterlibatan RW dan RT sangat dibutuhkan, agar menyiapkan diri masyarakat untuk menerapkan Protokol Kesehatan dalam menjalani tatanan kehidupan baru produktif dan aman Covid-19 Ini.

Apalagi, saat ini poin kesadaran masyarakat baru 25%. "Untuk itu, diminta kepada Bupati/Wako membentuk aturan tegas dalam membentuk masyarakat yang disiplin Protokol Kesehatan Covid-19," tegasnya.

Menjawab yang disampaikan Gubenur. Wali Kota Solok Zul Elfian mengatakan, Kota Solok Insya Allah siap memasuki tatanan baru. Provinsi Sumbar merupakan suatu kesatuan, meskipun saat ini Kota Solok sudah zona hijau, namun kami akan tetap mendukung daerah lain yang masih zona merah.

Wako menyarankan, adanya Peraturan Gubernur untuk memberikan sanksi/denda bagi masyarakat yang tidak menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

Selain itu, ASN Pemerintah Kota Solok yang berdomisili di Kota Padang, Wako Zul Elfian meminta agar bisa dititipkan sementara waktu di Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. "Karena ditakutkan, para ASN dapat menjadi Carrier yang membuat Imported Case Covid-19 bagi Kota Solok," sebut walikota.

Menanggapi itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno akan mempercepat mengeluarkan pergub, namun dalam kondisi darurat bisa dibuat perwako saja terlebih dahulu.

Untuk usulan ASN yang masih bolak-balik dari Kota Padang ke Kota Solok, gubernur akan membahas dengan Asisten 3 Provinsi Sumbar. "Bagaimanapun, kita harus menghindari import case yang dikhawatirkan dibawa oleh ASN sebagai Carrier positif Covid-19 bagi daerah lain," tutup Gubernur.(Yon)
Share:
Komentar

Berita Terkini