Kajari Medan Silaturahmi ke PN Medan

Dibaca:
Editor: Heri dailysatu author photo
dailysatu.com - Kepala Kejaksaan Negeri Medan Dwi Setyo Budi Utumo SH, MH didampingi Kepala Seksi Pidana Umum Parada Situmorang, SH. MH  mengunjungi kantor Pengadilan Negeri Medan di Jalan Dipenegoro Medan, pekan lalu (19/6/2020).

Informasi diperoleh wartawan, Selasa (23/6), kunjungan silaturahmi rombongan Kajari Medan Dwi Setyo Budi Utomo bersama Kasi Pidum Parada Situmorang saat itu langsung menuju ruangan kerja Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno, SH. MH.

“Keterangan dari beberapa pihak yang kita rangkum kedatangan Kajari Medan dan Kasi Pidum Medan ke Ketua PN Medan saat itu guna kordinasi membahas tata laksana tahanan untuk rapid tes dan persiapan New Normal pasca Covid 19,” ungkap salah seorang sumber yang enggan namanya disebut dalam pemberitaan menceritakan kepada wartawan, Selasa (23/6).

Sementara informasi lain terkait maksud kujungan itu menyebutkan, sehubungan dengan saran dari berbagai pihak untuk menyampaikan maaf atas insiden aksi WO Jaksa saat sidang beberapa waktu lalu, akurasi informasi soal kunjungan itu apakah  terkait penyampaian permohonan maaf pihak Kejari Medan.

Namun, hingga berita ini dimuat, Kasi Pidum Parada Situmorang, tidak menjawab konfirmasi wartawan melalui pesan singkat whatssap sekaitan hal tersebut, Rabu (24/6).

Sementara itu, praktisi hukum Muara Karta Simatupang SH, MH memberi apresiasi atas kunjungan yang dilakukan Kajari Medan ke PN Medan dalam rangka kordinasi. Hanya saja Muara Karta meragukan maksud kunjungan itu sebatas kordinasi antar lembaga.

“Ya itu Kajari Medan  didampingi Kasi Pidum.  dengan datang nya  Kajari Medan meminta maaf kepada Ketua PN Medan, maka itulah akhir dari karier seseorang sebagai pejabat negara. Karena dengan memohon maaf, Berarti mengakui kesalahan nya,” kata Muara Karta dalam percakapan pesan whatsapp, Selasa (23/6).

Menurutnya, dengan berkunjung ke PN Medan dan menyampaikan maaf atas insiden aksi WO jaksa, itu menandakan  mengakui kesalahannya. “Baru lah dengan kesalahan itu dicopot Karena  resiko jabatan adalah pencopotan kita melakukan kesalahan,” ujar pengacara senior ini.

Sebelumnya, aktivis kampus Ferry Nofirman Tanjung menyarankan kepada Kejaksaan maupun oknum jaksa yang melakukan aksi WO untuk menyampaikan permintaan maaf kepada majelis hakim yang memimpin persidangan saat itu.

“Permintaan maaf ini guna menghindari gesekan antar lembaga. Ada kekeliruan yang salah tafsir dilakukan kejaksaan atas peristiwa itu. Dengan adanya maaf diharapkan kedepan kordinasi antar lembaga Pengadilan dan Kejaksaan dapat terjalin dengan baik,” saran Ferry Nofirman Tanjung.

Sekretaris LSM Penjara Indonesia Sumut Ferry Nofirman Tanjung mendesak Jaksa Agung ST Burhanuddin mencopot Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Dwi Setyo Budi Utumo. Pergantian kepemimpinan di Kejari Medan itu sebut Ferry menjadi solusi agar ke depan Kejari Medan dapat berbenah dengan peningkatan kualitas SDM nya.
“Begitu banyaknya sorotan negatif yang ditujukan ke Kejari Medan terkait perilaku oknum jaksa yang bertugas di lembaga penegak hokum tersebut. Mulai dari dugaan mandeknya pemberantasan korupsi, ketidakadilan dalam penerapan hukum, oknum jaksa nakal hingga SDM yang kurang mumpuni. Kita perlu sosok pemimpin yang tegas di Kejari Medan,” tegas Ferry Nofirman Tanjung kepada wartawan, Minggu (21/6/2020).
Share:
Komentar

Berita Terkini