Inspiratif, Budidaya Tanaman porang di Labura

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com -  Amorphophallus muelleri atau lebih dikenal juga dengan Tanaman Porang, adalah tanaman penghasil umbi yang bisa dimakan. Tanaman asli nusantara ini kini diketahui memiliki banyak manfaat, terutama untuk bidang Industri dan kesehatan.

Saat wartawan berkunjung ke tempat pembudidayaan Tanaman Porang, pada, Sabtu (13/06/2020) di Desa Kuala Beringin,  Azwar Anas Syah Pane, SP petani Tanaman Porang di Labura menjelaskan jika kandungan Glukomannan pada tanaman ini merupakan hal yang paling dicari.

Anas, mengalokasikan lahan seluas 4 ha miliknya untuk berbudidaya Tanaman Porang. "Waktu menanam yang paling baik adalah pada saat musim penghujan, makanya pada musim kali ini, saya mulai menanam pada bulan februari lalu," ucap Anas sambil menerangkan  waktu tanam hingga panen tanaman porang mencapai 6 bulan.
Tentang pembibitan, Anas mengatakan bahwa bibit yang dia dapatkan berasal dari NTT, karena bibit Porang terbaik diketahui berasal dari sana.

Beras shirataki, mie shirataki dan beberapa bahan pangan lainnya yang merupakan produk kesehatan, diketahui berasal dari porang. Ada seratus lebih produk yang dihasilkan Tanaman Porang ini.  Jelas Anas.


Untuk pemasaran, Anas menjelaskan jika Tanaman Porang merupakan komoditas ekspor. Jepang, Korea Selatan hingga negara-negara di Eropa merupakan pemasaran terbesar, tetapi kalau saat ini saya masih memasarkan ke China, Vietnam dan beberapa negara lainnya, untuk kemudian di olah lagi disana.

Selain berbudidaya Porang, dirinya juga sedang memproduksi Iles-Iles Medan, tanaman liar yang sejenis dengan Porang dan mengandung kadar Glukomannan yang tinggi. Tanaman itu biasa tumbuh liar di sepanjang bukit barisan pulau Sumatera. Dirinya mendapatkan Iles Iles Medan dari pengepul, kemudian kami keringkan, setelah kering baru kami pasarkan kembali ke Luar negeri.

Anas menjelaskan, jika Tanaman Porang sangat berpotensi dalam mendongkrak ekonomi masyarakat. Untuk Sumatera Utara, Tanaman Porang sudah mulai dibudidayakan selama tiga tahun terakhir. "Saya pribadi pun sudah sering mengedukasikan budidaya Porang ini kepada Teman-teman, tetangga dan masyarakat sekitar," tandasnya. (Bima)
Share:
Komentar

Berita Terkini