Gawat, Siswa MTSN Pematangsiantar Tak Lunas Uang Komite Tak Dapat Rapot Sekolah

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Seharusnya disaat masa Pandemi Covid-19 ini pihak sekolah memberikan keringanan kepada siswanya dalam pembayaran iuran maupun biaya lainnya, bukan mala memberikan saksi tidak akan menerima rapot.

Seperti yanng dilakukan Sekolah Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Kota Pematangsiantar yang beralamat di Jl. Medan KM. 6,5  (Simpang Kapuk) yang tidak memberikan rapot kepada murid yang tidak melunasi uang komite saat pembagian rapot yang dilakukan pada, Sabtu (19/6/2020).

Hasil pantauan awak media dilapangan saat pelaksanaan pembagian rapot  yang dilakukan oleh MTsN Kota Pematangsiantar, tampak banyak murid yang pulang dengan wajah kecewa, karena mereka pulang tidak membawa Rapot kerumah seperti teman-temannya yang lain.

Menurut pengakuan salah seorang murid kepada awak media dimana bapaknya yang hanya bekerja sebagai buruh bengkel, anak itu pulang tidak membawa rapot. " Aku gak bayar uang komite selama enam bulan x Rp. 30 ribu total Rp. 180 ribu,"cetus anak itu.

Menurut informasi yang diperoleh awak media, satu hari sebelum pembagian rapot sudah diberitahukan kepada masing-masing murid oleh wali kelas via WA group, dimana salah satu poin isi pesan WA tersebut lebih kurang antara lain bahwa murid yang boleh menerima rapot harus melunasi uang komite hingga bulan Juni 2020.

Namun, karena disaat kondisi ekonomi yang kurang baik apalagi disaat Pandemi ini banyak murid yang datang saat pembagian rapot tanpa membawa sejumlah  uang komite yang disyaratkan. Mungkin saja para orangtua berpikir pihak sekolah/MTsN akan memberikan toleransi untuk tetap membagikan rapot kepada anaknya. Akan tetapi, kenyataannya berbeda pihak sekolah tidak memberikan  rapot itu kepada murid yang tidak melunasi uang komite, padahal rapot itu adalah hak murid.

Salah satu orang tua murid yang enggan disebutkan identitasnya meminta Pemko Siantar dan para penegak hukum untuk melakukan investigasi ke MTsN tersebut, karena diduga banyak kutipan yang memberatkan wali murid.

"Kami mohon kepada Kantor Departemen Agama Kota Pematangsiantar dan aparat penegak hukum, agar segera melakukan investigasi ke Sekolah MTsN Kota Pematangsiantar sekaligus mengambil tindakan tegas karena disinyalir tidak hanya pengutipan uang komite saja sebesar Rp. 30 ribu/bulan/murid tapi diduga  masih  banyak lagi terjadi pungli dan kebijakan yang memberatkan orang tua murid seperti kutipan uang perpisahan kelas IX Rp 125 ribu/murid, uang tabungan murid yang tidak dipulangkan,  kutipan uang  baju/simbol bagi murid baru sebesar Rp. 395 ribu/murid", ucapnya.

Kasi Mapenda Kandepag Kota Pematangsiantar Rizal Pulungan saat diminta konfirmasi via telepon mengatakan  bahwa rapot itu adalah hak murid, tidak ada hak pihak sekolah untuk menahannya apalagi dengan alasan tidak melunasi uang komite.

Sementara Kepala Sekolah MTsN Kota Pematangsiatar Iman Nainggolan dalam klarifikasinya melalui pesan WhatsApp mengatakan dirinya belum mengetahui persoalan tersebut

"Maaf ...saya belum tau kelas berapa  walinya siapa ... klu ada hari Senin rapot yg blm diambil datang aja kekantir ngambilnya sama ktu...krn kantor buka. Pembagian raport pakai sip tertentu jamnya ...dan yg membaginya  wali kls...klu ada yang konplen datang ja kekantor  ngambilnya..gak ada masalah," ucapnya. (Nurmansyah,SE)
Share:
Komentar

Berita Terkini