Gak Ada Duit, Kepala BPKAD Pemko Medan Tahan Berkas Pencairan

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Pandemi Covid 19 yang sudah tiga bulan lebih berjalan perlahan-lahan menghancurkan sendi-sendi perekonomian. Seluruh lini perkonomian semakin melemah, begitu juga dengan Pemerintahan.

Seperti halnya di Pemko Medan, kas anggaranpun sampai ludes sehingga tak memungkinkan bagi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) untuk mencairkan kebutuhan  belanja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Informasi diterima wartawan di Kantor Walikota Medan, Senin (22/6), saat ini tidak satupun permohonan pencairan dana kegiatan yang sudah dicairkan oleh Kepala BPKAD Pemko Medan, karena alasan saat ini Pemko Medan tidak punya uang.

" Iya, ancor kita kali ni, ditahan Kaban Keuangan semua berkas, gak ada duit katanya," ungkap sumber.

Kepala BPKAD Pemko Medan T Sofyan, dikonfirmasi melalui pesan singkat whatssap tidak memberikan jawaban sampai berita ini diturunkan.

Terpisah, Ketua DPRD Medan Hasyim, menilai wajar kondisi keuangan Pemko Medan dalam keadaan tidak sehat. Sebab, proyeksi penerimaan pendapatan tidak dapat terealisasi mulai dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat, Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemprov Sumut hingga pendapatan asli daerah (PAD) Kota Medan.

"Akibat pandemi covid-19 ini perekonomian lumpuh, tidak ada perputaran ekonomi, alhasil PAD Kota Medan seperti pajak restoran, pajak hotel, PBB (Pajak Bumi Bangunan), retribusi dan sebagainya tidak tercapai," ujarnya.

"Informasi terakhir kas Pemko Medan defisit Rp 20 miliar perbulan," imbuhnya.

Politikus PDIP ini berharap dengan mulainya tatanan hidup baru atau New Normal, perekonomian mulai kembali tumbuh dan PAD Kota Medan bisa diraih.

Meskipun diakuinya, Medan saat ini masuk zona merah. "Ekonomi dan kesehatan ini tidak bisa dipisahkan, harus berjalan seiringan," tuturnya. (ds/lilik)
Share:
Komentar

Berita Terkini