Dua Orang Buronan BNN Ditangkap Di Siatas Barita Taput

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Polres Tapanuli Utara (Taput) berhasil menangkap dua orang buronan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam kasus narkoba jenis sabu 100 kilogram dan ekstasi 160 butir yang terjadi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kapolres Taput AKBP Jonner M.H Samosir SIK, Rabu (10/06/2020) malam, kepada wartawan menjelaskan, keduanya adalah Muhammad Kairul Azmi (29) dan Muslim, (45), warga Desa Tanjung Meuyee, Kecamatan Tanah Jambo Ayee, Kabupaten Aceh Utara.

Kedua buronan tersebut  ditangkap pada Minggu (7/06/2020) pukul 13.00 Wib, di Desa Pansurnapitu, Kecamatan Siatas Barita, Taput.

Awalnya, tim Opsnal Polres Taput memperoleh informasi tentang dua pria yang dicurigai warga di Kecamatan Siatas Barita. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan langsung menginterogasinya.

Hasilnya terungkap bahwa keduanya merupakan buronan BNN dalam kasus narkoba di Cikarang, Jawa Barat.

Dikatakan AKBP Jonner, aksi kedua pelaku dikendalikan seorang bos bernama Faisal di Malaysia. Pelaku ini disuruh menjemput mobil boks di depan Rumah Sakit Mitra Keluarga, di Cikarang Utara, Bekasi. Kemudian mobil dibawa ke sebuah gudang beras di Cikarang Baru.

Keduanya lalu diarahkan memuat 32 karung beras dan 66 bungkus sabu ke dalam mobil boks. Mobil lalu diantar kembali ke depan Rumah Sakit Mitra Keluarga dan meninggalkan mobil dan kuncinya.

Keduanya berjalan kaki kembali ke gudang. Sesampainya di sana, mereka melihat sejumlah petugas membawa senjata dan anjing pelacak dan membuka paksa pintu gudang.

Melihat situasi tersebut, keduanya pun memutuskan kabur ke Pulau Sumatera. Namun akhirnya tertangkap di wilayah hukum Polres Taput.

Hasil interogasi polisi, keduanya juga mengaku telah dua kali mengantar narkotika jenis sabu. Salah satunya pada April 2020 di depan Suzuya di Cikarang Utara, sebanyak 55 bungkus atau 55 kilogram sabu.

"Setelah melakukan interogasi dan hasil koordinasi dengan BNN pusat. Keduanya adalah DPO pengungkapan kasus sabu dan ekstasi di Cikarang, Jawa Barat yang terjadi pada Kamis (28/05/2020)," ungkap AKBP Jonner.

Dari kedua DPO itu, diamankan sejumlah barang bukti, yakni KTP palsu atas nama Haris Munandar, namun nama aslinya Muhammad Khairul Azmi, kartu BPJS dan SIM C atas nama Muslim. Surat rapid tes yang diduga palsu atas nama Romi Sadana dan Haris Munandar.

Kemudian, satu buah dompet berwarna hitam, satu buah buku hikayat Nabi Muhammad, uang sebesar Rp 2,1 juta, satu unit motor Honda Beat, satu STNK dan BPKB.

"Kedua tersangka DPO BNN ini sudah diberangkatkan tadi malam ke Polda Sumatera Utara untuk selanjutnya diserahkan kepada BNN," tegasnya. (ds/Bisnur Sitompul)
Share:
Komentar

Berita Terkini