Dosen Pertanian UMSU Manfaatkan Limbah Buah Pisang Jadi Olahan Bernilai Ekonomi

Dibaca:
Editor: Romi Syah author photo

dailysatu.com- Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan mengajak sejumlah ibu-ibu di Ranting Aisyiah Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor untuk memanfaatkan limbah buah pisang menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi.

“Kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang merupakan Tri Dharma Perguruan Tinggi salah satunya dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat,"kata Ketua Tim Pengusul Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMSU, Riris Nadia Syafrilia Gurning, S.P., M.Sc melalui surat elektronik (surel) yang diterima dailysatu.com, Selasa 30 Juni 2020.

Dalam kegiatan yang didanai oleh APB UMSU tahun anggaran 2019 itu, selain Riris ada dua anggota tim pengusul lainnya yakni Misril Fuadi, S.P., M.Sc dan Sakral Hasby Puarada, S.P., M.Sc.

Dijelaskan, alasan tim pengusul yang semuanya merupakan Dosen Pertanian UMSU memanfaatkan limbah buah pisang menjadi produk olahan yang bernilai ekonomi agar semakin berkembangnya inovasi masyarakat di bidang makanan khususnya pada komoditi buah pisang.

Dengan begitu, sambungnya, maka semakin banyak pedagang yang menjual produk olahan seperti pisang goreng, pisang molen, pisang pasir, pisang coklat keju, dan lain sebagainya.

"Limbah yang dihasilkan dari makanan tersebut adalah kulit pisang yang dibuang begitu saja dan menjadi sampah organik,"jelasnya.

Sementara untuk menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan nilai guna dari buah pisang lainnya maka tim pengusul dosen pertanian memanfaatkan limbah buah pisang yaitu kulit pisang menjadi selai kulit pisang.

Dalam kesempatan itu Riris mengatakan bahwa pembuatan produk olahan selai dari kulit pisang ini selain hanya membutuhkan bahan-bahan yang mudah didapatkan, waktu dalam pembuatannya juga tidak memakan waktu yang lama.

"Dengan begitu kan, membantu para ibu-ibu Aisyiah untuk memanfaatkan waktu yang hanya dirumah saja selama masa pandemi Covid-19. Selain mengisi waktu luang, selai kulit pisang juga memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dan dapat diterima oleh masyarakat sehingga dapat menambah pendapatan,"sebutnya.

Riris juga menuturkan bahwa ternyata selai dari kulit pisang ini memiliki kandungan gizi yang tinggi. Zat aktif dalam selai kulit pisang adalah pektin yang berperan untuk menurunkan kolesterol dan vitamin A, C, dan E yang berperan sebagai antioksidan.

Sementara, salah satu dari anggota tim pengusul, Sakral Hasby Puarada menilai antusias ibu-ibu terhadap kegiatan pengolahan ini sangat baik dan berharap semoga kegiatan pengolahan selai kulit pisang yang berasal dari limbah pisang ini bermanfaat untuk masyarakat umumnya dan ibu-ibu Aisyiah khususnya dalam hal pengetahuan pengolahan dan bermanfaat untuk menambah pendapatan keluarga.(ds/romisyah/rel)
Share:
Komentar

Berita Terkini