Dosen Fakultas Pertanian UMSU Latih Masyarakat Desa Pematang Ganjang Buat Hand Sanitizier dan Alat Cuci Tangan Sistem Injak

Dibaca:
Editor: Romi Syah author photo

dailysatu.com- Dalam melaksanakan program Kemitraan Masyarakat terhadap pandemi virus covid-19, Dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar pelatihan pembuatan hand sanitizier dan alat cuci tangan dengan sistem injak di Desa Pematang Ganjang, Kamis 17 Juni 2020 kemarin.

Salah seorang Tim Pengusul program tersebut Nurhajijah, S.P.,M.Agr menyebutkan bahwa kegiatan pelatihan pembuatan hand sanitizier dan alat cuci tangan dengan sistem injak tersebut merupakan bentuk kepedulian UMSU untuk mencegah merebaknya pandemi virus covid-19.



Pelatihan tersebut bertujuan mengajak masyarakat di Desa Pematang Ganjang yang mayoritas berprofesi sebagai petani padi dapat terus meningkatkan pola hidup bersih dalam mencegah Covid-19.

"Melalui pelatihan ini diharapkan nantinya warga di Desa Pematang Ganjang membuat hand sanitizer sendiri. Karena pembuatannya diracik sendiri maka akan lebih hemat ketimbang masyarakat harus membeli handsinitizier dalam bentuk kemasan,"katanya.



Selain memberikan pelatihan membuat hand sanitizier, dalam pelatihan yang melibatkan beberapa Dosen Fakultas Pertanian UMSU lainnya yakni Fitria, S.P., M.P dan Wahyuni Umami Harahap, S.P.,M.P juga memberikan pelatihan pembuatan alat cuci tangan dengan sistem injak.

Nantinya, kata Nurhajijah alat injak hand sanitizer akan digunakan di sejumlah tempat umum yang ada di Desa Pematang Ganjang.

"Menggunakan sistem injak guna menghindari sentuhan langsung tangan oleh alat setelah di cuci,"jelasnya.

Ditengah kondisi pandemi corona ini, lanjutnya, masih banyak tempat umum seperti pasar-pasar tradisional yang ada di Desa Pematang Ganjang belum dilengkapi dengan fasilitas untuk cuci tangan .

Padahal di pasar tradisional tingkat kunjungan masyarakat masih tinggi.

"Hal ini diperparah dengan sebagian masyarakat yang masih enggan menggunakan fasilitas cuci tangan di tempat umum karena mungkin ragu akan kebersihannya.Maka dari itu dengan adanya alat cuci tangan sistem injak dan hand sanitizier Petani dapat terus menjaga kebersihan diri sehingga dapat bekerja dengan resiko yang minim,"tandasnya.

Dalam pelatihan tersebut, selain masyarakat juga melibatkan relawan covid 19 Desa Pematang Ganjang yang diketuai oleh Kepala Desa Pematang Ganjang dan sejumlah Kepala Dusun.(ds/rel)



Share:
Komentar

Berita Terkini