Diduga Pembangun RS dan Universitas Efarina ilegal, Dokumen Amdal Ditolak

Dibaca:
Editor: dailysatu author photo
dailysatu.com - Bangunan yang tampak berdiri megah di Jalan Pdt Wismar Saragih, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara walau masih dalam proses pembangunan diduga illegal atau tidak mengantongi izin lingkungan.

Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pematangsiantar Dedy Tunasto Setiawan, SH  melalui Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan Riris Marbun, Selasa (02/6/2020) di ruang kerjanya mengatakan bahwa pihaknya telah menolak pengajuan Dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

"Benar telah mengajukan sebelumnya melalui konsultannya Latip Saragih, namun sebelum 14 hari kami telah tolak dan kembalikan pada mereka berkas itu," jelas Riris Marbun.
Menurut Riris, penolakan tersebut karena tidak sesuai RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) Kota Pematangsiantar sebagaimana tertuang dalam Perda No 1 Tahun 2013.

Saat ditanya terkait berlangsungnya proses pembangunan walau ajuan AMDALnya ditolak, Riris malah mengaku heran dan mengatakan seharusnya hal itu tidak boleh terjadi sebelum pihak Efarina memiliki dokumen Amdal sebagai syarat untuk memperoleh izin lingkungan.

"Saya juga heran, kok pembangunannya terus berlanjut padahal dokumen Amdalnya kita tolak," ujarnya sembari memastikan kalau pihaknya tidak ada mengeluarkan surat ataupun sejenis rekomendasi terkait pembangunan tersebut.
Sebagaimana diatur dalam pasal 36 ayat (1) Undang Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) menyebutkan bahwa, Setiap usaha dan/atau kegiatan yang wajib memiliki amdal atau UKL-UPL wajib memiliki izin lingkungan.

Izin Lingkungan adalah izin yang diberikan kepada setiap orang yang melakukan Usaha dan/atau Kegiatan yang wajib Amdal atau UKL-UPL, dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup sebagai prasyarat memperoleh izin Usaha dan/atau Kegiatan. (Erwin Sinulingga)
Share:
Komentar

Berita Terkini